IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pasangan Muda, Ini Makanan Yang Dapat Mempercepat Terjadinya Kehamilan

Foto Dr. Thomas Chayadi, Sp.OG
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

* Asam folat

Kadar asam folat yang rendah dihubungkan dengan pembelah sel yang kurang baik, peningkatan kadar stress oksidatif, dan kematian sel. Hal -- hal tersebut dapat menggangu proses perkembangan sel telur. Oleh karena itu penting sekali untuk mengkonsumsi makana yang mengandung asam folat (sayur -- sayuran hijau, kacang -- kacangan, biji-bijian dan buah beet) atau minum suplemen asam folat bila ingin hamil maupun bila sudah hamil.

* Vitamin D

Vitamin D berperan penting dalam reproduksi manusia. Kadar vitamin D yang rendah berhubungan dengan kadar hormone androgen yang tinggi pada perempuan dengan PCOS. Vitamin D pada perempuan di Indonesia sebagian besar terutama pada perempuan yang berhijab. Oleh karena itu, Suplementasi Vitamin D dibutuhkan. Vitamin D dapat diperoleh dengan berjemur pada sinar matahari pagi, dan makanan seperti minyak ikan Cod, Salmon, tuna, Sarden, hati sapi, dan jamur kancing.

* Besi

Zat Besi juga berperan penting dalam ovulasi. Pada perempuan dengan anemia defisiensi besi dan kadar ferritin yang rendah dijumpai pada perempuan dengan gangguan kesuburan. Makanan yang mengandung zat besi terdapat pada daging merah, kacang -- kacangan, kuning telur, sayur berdaun gelap atau hijau.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
2. Apakah ada hubungannya obesitas dengan kesulitan untuk terjadinya kehamilan? Begitupun sebaliknya, apakah ada hubungan underweight dengan kesulitan terjadinya kehamilan?

Kesehatan reproduksi berdampak negatif dengan peningkatan indeks massa tubuh (IMT)/obesitas dibandingkan dengan perempuan dengan IMT normal. Perempuan dengan IMT yang tinggi (obesitas ) berisiko 3x lebih tinggi untuk mengalami gangguan kesuburan, ovulasi yang lebih rendah (menurunkan kualitas sel telur), angka kehamilan spontan yang lebih rendah (menurnkan kualitas embrio), dan meningkatnya risiko keguguran.

Perempuan dengan underweight diketahui berhubungan dengan banyak hal yang menggangu reproduksi, termasuk gangguan pada sekresi hormon seks yang rendah sehingga menyebangkan gangguan ovulasi, gangguan haid, dan nafsu seks yang rendah. Perempuan dengan underweight mempunyai risiko hampir dua kali lipat untuk mengalami gangguan kesuburan. Oleh karena itu, bila perempuan dengan underweight harus memperbaiki status gizinya untuk mengembalikan fungsi fertilitas dan dampak buruk lainnya dari IMT yang rendah.

3. Menjaga konsumsi makanan tujuannya adalah menyeimbangkan hormon untuk meningkatkan kesuburan, hormon apa saja yang perlu diperhatikan keseimbangannya?

Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH