Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Minangkabau telah memiliki sistem adat yang mengatur kehidupan sosial mereka. Ketika Islam masuk melalui jalur perdagangan dan dakwah para ulama, terjadi proses interaksi antara budaya lokal dan ajaran agama baru tersebut.
Pada awalnya, terdapat perbedaan pandangan antara kelompok adat dan kelompok agama. Namun, melalui proses panjang dan dialog yang berlangsung selama berabad-abad, tercapai kesepakatan untuk menyatukan adat dan Islam dalam satu sistem kehidupan. Integrasi ini semakin kuat setelah berakhirnya Perang Padri pada abad ke-19, yang menghasilkan kesadaran bahwa adat dan agama harus berjalan bersama demi menjaga persatuan masyarakat Minangkabau.
Sejak saat itu, Islam menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas masyarakat Minangkabau.
Dalam kehidupan sehari-hari, integrasi adat dan Islam terlihat dalam berbagai aspek budaya masyarakat Minangkabau. :
1. Upacara Pernikahan







