Namun, kadang-kadang, kita juga harus kecewa. Sate kadang-kadang tak jualan. Alasannya, ya ada saja. Tidak dapat ayam atau ayam kampung mahal, atau pergi kondangan saudara, misalnya. Yang sering tidak jualan, ya yang pagi. Dan bila sepulang mengantarkan anak sekolah, kalau istriku pesan sate dibungkus, dan ia tidak jualan, maka istriku kecewa sekali.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
O, ya. Bos sate itu ada dua. Satu bos sate sore dan sate pagi. Kalau sate sore, dijual oleh anak muda yang belum menikah. Ia selalu tersenyum melayani pembeli. "Pakai tulang atau daging saja," katanya ramah sebelum meracin sajian sate. Kalau sate pagi, itu kokinya, Ipar yang yang jual sore. Keduanya juga ramah.Enam bulan belakangan, saya yang bolak balik Pekanbaru-Padang, hanya bisa menyempatkan diri makan sate berdua istri sekali sebulan. Sekaligus merajut kasih sayang kami berdua. Sate simpang maut, bikin ketagihan dan tidak horor. Hehehehe...
(***)






