Untuk mencapai status wisata nasional, tentunya diperlukan peningkatan infrastruktur pendukung. Pembangunan homestay berbasis rumah tradisional Minang yang ramah lingkungan, pengembangan jalur sepeda di pematang sawah, hingga penataan sentra kuliner lokal yang menyajikan hidangan khas dari padi (seperti bareh solok yang terkenal), adalah langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan.
Sawah Solok bukan hanya tentang masa lalu sebagai lumbung padi; ia adalah masa depan Solok sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan, menenangkan, dan memiliki daya tarik universal. Ini adalah peluang emas bagi Sumatera Barat untuk menampilkan wajah pariwisata yang berbeda—sebuah perpaduan harmoni antara alam dan budaya yang dijamin akan digemari masyarakat dan menjadi aset kebanggaan nasional. (***)







