Dijelaskan juga bahwa pembangunan masjid tersebut telah menghabiskan dana sebesar Rp 1,5 miliar, dari Rp 2,5 miliar sesuai dengan perkiraan.
"Pada tahap awalnya, ibu Hj. Roslaina juga telah menyumbangkan uang sebesar Rp 150 juta. Melalui dana awal itu, sehingga kita memulai pembangunan. Berkat dukungan para donatur, sehingga sampai saat ini pembangunan masih terus berlangsung," jelasnya.
Wali Nagari Bukit Buai Tapan, Bustami, menjelaskan bahwa dengan telah diresmikannya masjid itu oleh Wakil Bupati Pessel, Apt. Rudi Hariyansyah, S.Si. maka di nagari itu telah berdiri dua unit masjid.
"Keberadaan masjid ini memang sudah sebuah kebutuhan bagi masyarakat di nagari ini. Selain itu di sekitar mesjid ini akan dibangun tempat peristirahatan (rest area) bagi para musafir yang melewati jalan nasional ini," kata Bustami.
"Pembangunan ini kita rencanakan, guna memberikan kenyamanan bagi umat muslim yang ingin beribadah. Disamping juga sudah merupakan sebuah kebutuhan. Sebab di nagari ini jumlah kepala keluarganya sudah mencapai 1.200 KK," ucap Wali Nagari.
"Fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah tapi sebagai tempat melaksanakan berbagai kegiatan bermanfaat bagi umat," katanya
Abrar juga menjelaskan, tiga hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengelolaan masjid diantaranya, pembukuan masjid dengan menerapkan transparansi keuangan, yang kedua pembangunan masjid agar terasa nyaman, dan yang ketiga adalah kemakmuran masjid.(Rnd/Je)
Editor : Berita Minang






