"Pertanian menjadi sektor unggulan di Pemerintahan Kami saat ini, dimana sektor pertanian mempengaruhi 23% perekonomian di Sumatera Barat, yang membuat pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat masih berada di atas rata-rata nasional," ungkapnya.
Mahyeldi juga katakan, tidak hanya Pertanian, Sumatera Barat memiliki potensi Peternakan, Pariwisata, Kelautan dan Perikanan yang mana akan menjadi primadona baru guna mendongkrak perekonomian di Sumatera Barat. Namun, potensi dimaksud belum di implementasikan secara maksimal serta ditambah kerusakan lahan dibeberapa daerah di Sumatera Barat.
" Kita berharap juga Institut Pertanian Bogor bisa menjadi katalisator Pembangunan di Sumatera Barat, serta menunjang Visi dan Misi Kami, yaitu "Mewujudkan Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan", dengan 7 program unggulan," ujarnya.
"OPD terkait saya minta untuk segera menindaklanjuti dengan membuat rencana aksi lebih lanjut sesuai dengan rencana kerja yang kita susun sehingga penandatangan ini tidak hanya seremonial semata. Penandatanganan Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja Sinergitas ini, semua pihak yang terkait dapat melaksanakan komitmennya dengan baik dengan semangat saling berbagi," pungkasnya. (Hms-Sumbar/BM)
Editor : Berita Minang






