Selanjutnya Gubernur Sumbar Mahyeldi mengucapkan terimakaih kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional.
Kabupaten Lima Puluh Kota punya potensi yang luar biasa sesuai dengan visi kita di provinsi dan memang potensi pertanian sangat besar.
"Kabupaten Lima Puluh Kota bertetangga dengan Riau, kita akan kerjasama dengan Riau. Kita akan perlancar akses tol untuk memperlancar hal tersebut, terowongan yang ada 10 km ada di Kabupaten Lima Puluh Kota.", ucap Mahyeldi
Untuk tol kami bertanggung jawab dan akan soaialisasi kepada masyarakat untuk kelancaran jalan tol bersama Bupati dan Wabup. Potensi Lima Puluh Kota akses di Riau, Lima Puluh Kota punya wisata dan akan kita singkronkan dengan provinsi Pariwisata Lima Puluh Kota
Mudah mudahan kehadiran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional akan memberikan motivasi dan semangat agar kami lebih baik lagi, dan kami mohon arahan.
Anggota DPR RI Rezka Oktoberia juga mengatakan bahwa sangat banyak potensi yang dimiliki Kabupaten Lima Puluh Kota, dari perternakan, monumen PDRI.
Rezka juga menyampaikan bahwa potensi besar adalah pariwisata dan UMKM, salah satunya Kampuang sarugo, kampuang wisata adat Lima Puluh Kota belum lama ini juga mendapatkan penghargaan. Ini juga butuh bantuan dan sentuhan dari pemerintah pusat, dan saya sangat siap besinergi di pusat untuk pembangunan Kabupaten dan Sumbar.
Selanjutnya mengenai pembangunan Nagari Galugua, daerah yang sangat butuh diperhatikan. 24 km jalanannya adalah tanah. Jika hujan turun kendaraan susah untuk beroperasi. Memang Nagari Galugua adalah ranah hubunh dan tetap butuh bantuan dari pemerintah pusat, ini akan diperjuangkan bersama dengan Bapenas dan infrastruktur dapat dilalui. Jika masyarakat sakit dan melalui jalan tersebut, tidak bisa cepat.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa dalam pertemuan internal kami bagaimana bapenas bisa membantu secara efektif daerah-daerah, bagaimana seminim mungkin tidak bergantung pada APBN. Karena banyak sekali sumber pembiayaan yang bisa digerakan untuk membangun daerah, instrumen aturannya ada, metodologinya ada.
Editor : Berita Minang






