"Jangan kaget dengan ujian dari Allah, Covid-19 adalah ujian yang harus kita hadapi sama-sama. Selain banyak yang jago digital selama Covid-19, bahkan jumlah orang baik dan peduli juga naik, inilah hikmah dari pandemi," ulasnya.
Lebih lanjut, Emil menjelaskan dulu orang bisa tinggal, bekerja, dan bermain di tempat yang berbeda, sekarang hanya bisa dilakukan dari satu tempat. Dulu di kota ada budaya bersentuhan, sekarang hilang oleh budaya baru, salam Covid-19.
"Mudah-mudahan kita bisa beradaptasi dengan hal baru, anak-anak muda kita produktif dengan hal baru," tukuknya.
Menurut Emil, semua aspek menurun dihantam Covid-19, namun ekonomi pangan dan ekonomi digital tumbuh naik secara signifikan. Dicontohkannya, orang-orang boleh menunda beli kebutuhan pakaian, tapi kebutuhan makan tidak.
Setelah itu, Emil memaparkan kiat-kiat apa yang bisa dilakukan untuk beradaptasi dengan kondisi saat ini dari berbagai aspek. Kemudian acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi hangat bersama wartawan dan para hadirin. (Do)
Editor : Marjeni Rokcalva






