PADANG ARO - Pemerintah Kabupaten Sijunjung belajar lagi ke Kabupaten Solok Selatan. Kali ini datang rombongan dari Dinas Kesehatan setempat mengetahui cara memperoleh hingga membangun rumah sakit Pratama.
Rombongan Dinas Kesehatan Sijunjung dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung Ezwandra, disambut oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Solok Selatan, H. Novirman, Direktur RS. Pratama Solsel drg. Rona Irda, KTU. RS. Pratama Solsel, Jefri serta beberapa Kabid dilingkungan Dinas Kesehatan Solsel.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung Ezwandra memaparkan tujuan dan keinginan rombongan ke Solsel, yaitu ingin kaji banding terkait pembangunan RS. Pratama.
"Sebelum pelaksanaan dilakukan kami belajar dulu ke Solok Selatan, bagaimana perencanaan awal hingga dibangunnya rumah sakit, supaya apa yang dibuat nanti sesuai dengan manfaatnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung Ezwandra.
Dia mengatakan, dasar Kabupaten Sijunjung ingin membangun rumah sakit pratama adalah jarak antara Puskesmas ke RSUD setempat sangat jauh. RSUD Sijunjung saat ini jumlah bed 116, dengan jumlah Puskesmas sebanyak 13 buah.
Khusus Kamang ada tiga puskesmas dengan kunjungan 74.949 Rujukan Puskesmas di Kamang kebanyakan ke Dharmasraya karena memang lebih dekat. Kunjungan Puskesemas rawat jalan 323.361 dan rawat inap 1.172.
"Dengan jauhnya jarak rujukan ke RSUD Sijunjung bisa juga berakibat kematian terhadap pasien sehingga kami berkeinginan mendekatkan pelayanan ke masyarakat," ujarnya.
Selain itu katanya, jarak yang jauh juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Walaupun biaya berobat sudah ditanggung jaminan kesehatan katanya, tetapi ada biaya yang harus ditanggung sendiri oleh pasien.
Selain itu, salah satu alasan pembangunan rumah sakit Pratama di Sijunjung adalah salah satu dari 10 penyakit terbanyak adalah kecelakaan, hal itu disebabkan Sijunjung berada di lintas Sumatera
Editor : Marjeni Rokcalva






