"Paling sedikit daerah ini mesti memiliki 8 unit mobil pemadam, serta enam pos damkar. Sementara saat ini baru memiliki 5 unit damkar, dan 4 Pos Damkar. Empat Pos Damkar itu diantaranya, Pos Damkar Painan, Kambang, Balaiselasa, dan Tapan," jelasnya.
Dia menjelaskan bahwa idealnya, setiap radius 7,5 kilometer berdiri 1 unit pos damkar yang dilengkapi dengan 5 orang personil dan 1 unit mobil damkar. Sebab rentang waktu penanganan ketika terjadi laporan kebakaran adalah selama 15 menit, mulai dari pengisian air, hingga api padam.
"Karena hal itu tidaklah memungkinkan, sehingga setidaknya Pessel butuh penambahan 2 titik pos damkar lagi. Dua titik itu adalah di Tarusan, dan di Bayang Utara. Sebab dua kecamatan itu jangkauannya cukup jauh dari pos damkar yang terdapat di Kota Painan," ungkap Agung lagi.
"Karena kondisi keterbatasan kemampuan keuangan daerah, sehingga kami berharap kepada pemerintah pusat supaya memberikan perhatiannya kepada daerah ini," timpalnya. (05/Je)
Editor : Marjeni Rokcalva






