"Saya inginkan gedung ini segera lebih dimaksimalkan fungsinya sebagai alternatif pertemuan," tegasnya.
Kemudian Wagub Audy Joinaldy menuju tempat lahan parkir. Ia sangat terkejut di tempat parkir itu ada peninggalan bersejarah yaitu lubang Jepang yang tembus sampai ke Mercusuar Bukit Lampu.
"Saya sangat terkejut ada lubang Jepang disini bekas peninggalan penjajahan Jepang," ungkapnya.
Penasaran ia pun menuju menara sistem navigasi laut (Mercusuar), ingin melihat langsung. Sambil berjalan menuju lubang Jepang tersebut, Kabiro Umum Setda Sumbar Rosail Akhyari Pardomuan menceritakan sedikit sejarah Mercusuar dan lubang Jepang ini. Menurutnya, Mercusuar ini telah ada sejak zaman penjajahan Belanda yang digunakan untuk memantau sistem navigasi kapal.
Tanpa ragu Audy masuk menelusuri lubang yang kecil dan sempit tanpa ada penerangan, hanya menggunakan penerangan HP. Saat memasuki lubang Jepang suasananya cukup sejuk dan dingin.
Audy Joinaldy mengatakan, sebagai tempat bersejarah sudah sepatutnya pemerintah daerah memperhatikan aset edukasi ini karena banyak dari masyarakat Kota Padang bahkan Sumatera Barat yang belum mengetahui lokasi ini.
"Mudah-mudahan ini bisa menjadi daya tarik wisata untuk menjadi destinasi pariwisata Sumbar," ujarnya. (Hms-Sumbar/BM)
Editor :






