IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pihak MIN 4 Solsel Berharap Adanya Pengamanan Aliran Batang Bangko dan Pembangunan Jembatan

Kondisi jembatan Batu Bajarang di Bangko Besar saat putus akibat bencana tahun lalu. Ditinjau Kepala MIN 4 Solsel Rahmadan dan warga masyarakat setempat. Dok.
Kondisi jembatan Batu Bajarang di Bangko Besar saat putus akibat bencana tahun lalu. Ditinjau Kepala MIN 4 Solsel Rahmadan dan warga masyarakat setempat. Dok.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG ARO - Warga sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Solsel di Jorong Batu Bajarang Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo, masih cemas dengan ancamam sungai batang bangko.

Pasalnya jika musim hujan, Sungai Batang Bangko yang persis dekat dengan bangunan madrasah itu sering membesar. Bahkan setiap meluap dan derasnya sungai Batang Bangko itu, selalu membawa material potongan kayu dan bebatuan besar.

"Hal itu sudah pasti akan mengancam bangunan madrasah. Tidak itu saja, lahan sawah masyarakat di dekat bangunan madrasah juga menjadi sasaran sungai Batang Bangko itu," kata Kepala MIN 4 Solsel, Rahmadan, S.Pd.I kepada Berita Minang, Senin (1/3/2021).

Makanya, warga madrasah dan masyarakat disekitarnya sangat berharap adanya pengamanan alur sungai di sepanjang jorong Batu Bajarang itu, terutama disekitar area madrasah. Sehingga lahan sawah dan bangunan madrasah tidak terancam lagi, jika meluapnya sungai Batang Bangko tersebut.

Selain masalah perlunya pengamanan alur sungai Batang Bangko di Jorong Batu Bajarang itu, pihak madrasah juga sangat berharap adanya pembangunan jembatan yang menghubungkan dua nagari tersebut, yang sampai saat ini masih jembatan darurat, sejak rusak/putus akibat bencana banjir tahun 2019 lalu.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Kondisi jembatan darurat di Batu Bajarang (Bangko Besar) ini semakin memprihatinkan, selain sudah lapuk juga bantalan tengah jembatan itu sudah patah," tambah Rahmadan yang didampingi salah seorang guru kelas IV MIN 4 Solsel itu, Rabiuawal.

Jembatan Batu Bajarang ini, selain akses untuk masyarakat dua nagari juga menjadi sarana terdekat bagi anak-anak dan guru yang berasal dari arah Nagari Kapau Alam Pauh Duo.

Artinya jembatanan Batu Bajarang ini menjadi kebutuhan berbagai kepetingan banyak masyarakat, pegawai, guru dan anak sekolah di Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo dan Nagari Kapau Alam Pauh Duo.

"Jadi dua jembatan ini, menjadi sarana vital dua nagari bagi berbagai kalangan masyadakat. Apalagi di jorong Batu Bajarang ini ada dua sarana pendidikan, yaitu MIN 4 Solsel dan Ponpes Andalusia," tambah Rahmadan.

Menurut Rabiulawal, dirinya bersama guru dan siswa pernah menempuh jalan memutar arah ke pinang awan, dengan jarak tempuh lebih kurang 15 km, saat dua jembatan yang menjadi penghubung ke Jorong Batu Bajarang ini putus total akibat bencana banjir dulu.

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH