IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Muhammadiyah dan Aisyiyah Padang Panjang Gelar Pengajian Bersama

Suasana pengajian bersama di Muhammadiyah dan Aisyiyah Padang.
Suasana pengajian bersama di Muhammadiyah dan Aisyiyah Padang.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG PANJANG - Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Padang Panjang, Batipuah, X Koto (Pabasko) menggelar pengajian bersama, Minggu (28/2). Bertempat di Masjid Taqwa Komplek Kauman, pengajian ini memfokuskan kepada aspek penguatan ruhanisasi warga persyarikatan.

Hadir sebagai pemateri pengajian ini, Buya Adrian Muis Khatib Saripado dari Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Barat. Disampaikannya, dakwah Muhammadiyah mesti mengacu kepada empat aspek berkehidupan secara beragama.

"Empat aspek keagamaan mesti menjadi acuan bagi warga persyarikatan. Dari segi akhlak, akidah, ibadah dan muamalah. Semuanya memiliki dalil kuat untuk diterapkan dalam kehidupan warga persyarikatan," ujarnya.

Sementara PD Muhammadiyah Pabasko, Drs. Amirudin mengatakan pengajian ini untuk menguatkan kembali maksud dan tujuan Muhammadiyah kepada warga persyarikatan.

"Seperti kata Buya Haedar Nasir, Muhammadiyah perlu koreksi diri. Jangan sampai terjebak pada kecenderungan yang tidak positif. Seperti kering dari pemikiran, kalah dalam militan dan kurang dalam keteguhan sikap sebagaimana gerakan-gerakan neorevivalisme Islam," sebutnya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Saat ini, lanjutnya, dalam model praksis amaliah pun Muhammadiyah mulai ketinggalan, baik dari gerakan-gerakan Islam baru, maupun dari gerakan Islam tradisional yang dulu dikritik Muhammadiyah.

"Di sinilah pentingnya anggota dan institusi Muhammadiyah memahami dan melakukan aktualisasi ideologi Islam yang berkemajuan. Muhammadiyah dan 'Aisyiyah harus bisa melakukan proses internalisasi Islam berkemajuan ke seluruh jajaran," ucapnya.

Menurut PD Aisyiyah Pabasko, Dra. Rusmaida Nasution, gerakan dakwah Muhammadiyah harus menyeluruh di setiap aspek kehidupan masyarakat. Tidak melihat dari status sosial masyarakat.

"Muhammadiyah mesti menebarkan keutamaan hidup secara dinamis bagi seluruh umat Islam yang menjunjung tinggi kemuliaan manusia baik laki-laki maupun perempuan. Tanpa diskriminasi, tanpa melihat status sosial," katanya.

Di tengah banyaknya kutub gerakan keagamaan kontemporer, kata Rusmaida, Muhammadiyah dituntut untuk hadir sebagai ideologi Islam alternatif yang menawarkan pandangan Islam berkemajuan yang serba melintasi dan mengungguli.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH