Meski demikian Agustin masih berharap pada masyarakat, orang tua, nagari, dan bernagai pihak lainnya untuk penyeimbang keterbatasan dana sehingga kegiatan SUBP ini bisa berjalan dengan baik.
Sementara itu, Plt. Kadisdikpora Solsel, Novrizon menjelaskan, bahwa semangat pengelola SMP N 9 Solsel untuk menjadikan sekolahnya sebagai Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP) pantas di apresiasi. Meski saat ini kita belum menerbitkan regulasi terkait SUBP di sekolah tersebut.
Ia menyebutkan, kita mendorong apa yang dilakukan oleh pengelolah SUBP. Apalagi program yang dilaksanakannya sangat relevan dengan visi dan misi pemimpin terpilih di Solsel, yaitu satu pondok tahfiz di setiap nagari di Solsel.
"SMPN 9 Solsel itu baru bisa kita jadikan filoting / contoh untuk sekolah umum berbasis pesantren," tambah Novrizon.
"Dan kita akan mendorong nantinya setiap kecamatan akan ada satu SUBP di Solsel," demikian Novrizon. AA
Editor : Marjeni Rokcalva






