Ia menjelaskan lebih jauh, sekelompok orang yang menolak vaksin atau anti vaksin sebenarnya tidak mengetahui secara detil kemanfaatan vaksin untuk kesehatan.
"Sumber informasi bagi yang menolak kerap info-info yang beredar di media sosial yang cenderung hoaks, bukan dari sumber yang berkompeten," terangnya.
Sementara Donny BU, memaparkan hasil survei berbagai lembaga terkait dengan tingkat kepercayaan masyarakat terkait dengan Covid-19.
"Jumlah masyarakat yang tak percaya Covid-19 cukup tinggi, yakni 55 persen. Terkait dengan vaksinasi yang tak yakin dengan keamanannya vaksin ini 30 persen, disusul 22 persen tidak yakin efektif, 12 persen takut kena efek samping, 13 persen tidak percaya vaksin, 8 persen keyakinan agama, dan 15 persen alasan lainnya," kata Donny BU.
Menurutnya, persentase itu cukup tinggi. Maka, perlu sinergi dan kolaborasi, serta kerja sama semua pihak.
"Ini kerja bersama, harus saling bersinergi, saling berbagi kerja agar kita kita bangkit, ekonomi bergerak," jelasnya.
"Jelas ini tantangan bersama, termasuk pers, bahwa sebenarnya musuh bersama itu informasi hoaks yang berdampak pada disinformasi vaksin dan Covid-19 di tengan masyarakat," kata sosok yang akrab disapa Maknaih ini.
Ketua AMSI Sumbar Andri El Faruqi dalam sambutan saat membuka webinar ini mengatakan, dengan adanya webinar ini diharapkan ke depannya masyarakat bisa menerima vaksin demi mencegah Covid-19.
"Webinar ini dilaksanakan agar masyarakat tidak lagi mendapatkan disinformasi program vaksinasi. Kemudian juga mencegah penyebaran Covid-19," ungkap Andri El Faruqi.
Editor : Berita Minang






