IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Hoaks dan Disinformasi Covid-19 Musuh Bersama

Screenshot suasana meeting  Webinar Via Zoom.
Screenshot suasana meeting Webinar Via Zoom.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG- Kementerian Kominfo bersama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sumbar, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan Siberkreasi menggelar webinar penanganan disinformasi vaksinasi Covid-19, Jumat (26/2/2021).

Webinar dengan tema "Strategi Komunikasi Publik dan Penanganan Disinformasi Vaksin Covid-19" ini diikuti lebih 65 orang peserta dari berbagai komunitas dan organisasi di Provinsi Sumatra Barat dan Bangka Belitung.

Ada tiga 3 narasumber yang berkompetensi dan ahli di bidangnya sebagai pembicara, yakni Dr Siti Nadia Tarmizi, M, Epide, Juru Bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian kesehatan, H Aminuddin Yakub, MA, Dirut LSP MUI, dan Donny BU, salah seorang Tim Komunikasi Publik KPCPEN, dan Dewan Pengarah Siberkreasi.

"Vaksin bersifat spesifik untuk melawan Covid-19. Vaksin adalah virus yang dimatikan agar tubuh kita mampu menimbulkan zat-zat kekebalan tubuh. Maka dengan demikian, program vaksinasi Covid-19 ini sangat penting menumbuhkan kekebalan tubuh kelompok orang sehingga virus ini tidak berbiak pada manusia. Jika imunitas dan kekebalan mencapai sempurna, maka mata rantai virus terputus," papar Siti Nadia Tarmizi.

Ia mengatakan, pemerintah mau memvaksin semua orang karena semakin banyak divaksin akan timbul antibody dan kekebalan kelompok.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Memberikan proteksi spesifik, memberikan perlindungan pada kelompok lain yang tidak bisa divaksinasi. Vaksinasi dan kekebalan tubuh itu saling terkait dan terkoneksi. Makanya vaksinasi itu penting," terangnya.

Siti Nadia merincikan, target yang dicapai untuk vaksinasi sebanyak 181,5 juta jiwa atau 70 persen populasi Indonesia. Jumlah sebayak itu membutuhkan lebih kurang 400 juta doso vaksin.

Program vaksinasi untuk tahap pertama periode Januari- April 2021 sedang berjalan untuk petugas kesehatan 1,46 juta jiwa, petugas publik 16,9 juta, lansia 21,5 juta jiwa. Sedangkan di tahap kedua pada April 2021 hingga Maret 2022 masyarakat rentan 63,9 juta jiwa dan masyarakat lainnya 77 juta jiwa.

Narasumber lainnya, Aminuddin Yakub, mengatakan bahwa vaksin perlu dilakukan untuk mencegah agar tidak terkena virus Covid-19.

"Kita tidak boleh membahayakan diri. Sesuai ajaran Islam kita harus menjaga diri dalam pengobatan diajarkan tentang pengobatan. Setiap penyakit ada obatnya, lalu obat yang digunakan bukan obat yang haram karena Allah memberikan penyakit ada obatnya," ungkap Aminuddin Yakub.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH