"Memang dibutuhkan, karena masyarakat ingin anak mereka belajar di sekolah, dan belajar agama di musala yang representatif," kata Syafrizal.
Ditambahkan politikus PBB itu, Musrenbang kali ini tetap melanjutkan aspirasi masyarakat secara umum, fokus ke Batang Pulau dan Batang Lamposi. Disamping pengurangan genangan air atau banjir, pun keduanya bisa dikelola menjadi objek wisata nanti.
"Normalisasi kedua sungai itu butuh anggaran yang sangat besar, perlu perhatian khusus hingga ke Pusat. Karena memang sungai sudah menjadi kewenangan pusat dan provinsi. Kalau APBD Kota sifatnya hanya penanggulangan sementara," terang Syafrizal.
"Khusus Batang Pulau, secara umum masyarakat tidak akan minta ganti pembebasan lahan. Dengan ikhlas memberikan tanahnya kepada Pemko, karena mereka menyadari dampak buruk yang bisa terjadi bila normalisasi ini tidak terealisasi kedepannya," tambah Syafrizal. (Do)
Editor : Berita Minang






