IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

BNPB Kirimkan Logistik dan Peralatan untuk Penanganan Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Bus BNPB siap mengirimkan dukungan logistik dan peralatan untuk Penanganan Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Foto: Humas BNPB
Bus BNPB siap mengirimkan dukungan logistik dan peralatan untuk Penanganan Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Foto: Humas BNPB
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan penuh dalam rangka penanganan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang dilaporkan jatuh setelah lepas landas di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1).

Menurut keterangan dari Kepala Sub-Direktorat Distribusi dan Pengendalian, Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, dr. Riswandi, bentuk dukungan yang akan segera dikirimkan berupa makanan siap saji 210 paket, makanan tambahan 210 paket, sarung tangan panjang 60 pasang, swab antigen 1000 unit, 2 buah tenda, lampu penerangan, mobil toilet dan mobil tangki air.

"Makanan siap saji, makanan tambahan, tenda, mobil toilet, tangki air, light tower, antigen, sarung tangan panjang. Sementara itu," ujar dr. Riswandi.

Adapun bentuk dukungan tersebut sebelumnya juga berdasarkan instruksi langsung Kepala BNPB Doni Monardo, usai mendapat laporan kebutuhan tim di lapangan yang diterima dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

"Agar didukung segera," kata Doni, Minggu (10/1).

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Menyusul, Kepala BNPB Doni Monardo juga dijadwalkan hadir menuju Posko Penanganan Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di JITC Tanjung Priok, usai meninjau lokasi terdampak longsor di Desa Cihanjuang, Sumedang, Jawa Barat, menggunakan helikopter.

Sebagaimana informasi, sebut Dr. Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, sebelumnya bahwa bencana longsor terjadi dan menewaskan sedikitnya 11 warga di Desa Cihanjuang, Sumedang, Jawa Barat, pada Sabtu malam, 9 Januari 2021.

Dalam bencana longsor susulan, Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban.

Berdasarkan laporan sementara, intensitas hujan tinggi pada Sabtu (9/1) diduga menjadi salah satu faktor penyebab kejadian bencana di beberapa titik wilayah Jawa Barat, seperti di Garut dan kawasan lain di Sumedang.

Dalam menyikapi prakiraan puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021 yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), BNPB telah mengingatkan BPBD Provinsi untuk melakukan upaya peringatan dini dan kesiapsiagaan, khususnya di BPBD kabupaten dan kota.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH