Perhatian walikota secara bertahap dan bergiliran membantu Pondok Pesantren di Kota Padang Panjang," katanya.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Dr. Shofwan Karim El Husein, MA diwakili Wakil Ketua Majelis Dikdasmen, Zainal Akil mengatakan, tujuan Pondok Pesatren Muhammadiyah adalah
menyiapkan ulama dengan berbagai disiplin ilmu. "Bisa saja ahli ekonomi dia ulama, bisa saja pesilat tapi dia juga ulama," sebutnya.
Keadaan asrama menurut Zainal, sangat penting dalam memberikan pendidikan karakter. Santri terkontrol dalam menanamkan ideologi Muhammadiyah, dan mendidik watak agar menjadi teladan di tengah masyarakat.
"Semoga akan lahir ulama-ulama seperti Buya Hamka, Adi Hidayat, Zakir naik, Ahmad Deedad di Ponpes ini," ungkapnya.
Menurutnya, hal itu merupakan perkembangan yang menggembirakan. "Kita bertekad membangun pondok pesantren berjaya dan berkontribusi," lanjutnya.
Bertepatan pada Milad ke-91, Ponpes Kauman melaunching program produk 4.0 dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama putra oleh walikota dan Kakanwil Kemenag Sumbar.
Turut hadir, Kepala Kantor Kemenag Kota Padang Panjang, Drs. H. Gusman Piliang, MM. Secara virtual hadir juga, H. Muhammad Asli Chaidir, S.H, dan Founder Wardah, Nurhayati Subakat. (harris/lex)
Editor : Berita Minang






