PAINAN - Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI yang dipimpin Adelia Oktarina berkunjung ke Pesisir Selatan. Kunker tersebut dalam rangka penilaian awal terkait penerapan smart village. Tim disambut oleh jajaran DPMDP2KB dan jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Pesisir Selatan.
Adelia menjelaskan bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi menjadi keniscayaan diera global.
"Desa atau Nagari sudah merasakan kemudahan TI dalam pengelolaan sumberdaya nagari" ujarnya yang didampingi Ahmad Arief, Riyan Marde.
Ia melihat langsung bagaimana pemanfaatan berbagai aplikasi yang mendukung pelaksanaan Pemerintahan Nagari.
"Ternyata Pessel sudah sangat siap dengan berbagai kemudahan teknologi untuk Nagari" pujinya.
"Kebutuhan data, misalnya jumlah penduduk, dan data kependudukan secara realtime bisa dihadirkan" ujarnya diamini Kabid e-Gov, Syafrudin.
Papar Junaidi, sejak 2018, hanya ada 7 kabupaten/kota di Indonesia yang menggunakan aplikasi Siskeudes, salah satunya Pesisir Selatan.
"Jadi dalam Aplikasi SINar, realisasi APB Des, bisa dipantau secara langsung, dan angkanya dinamis atau bergerak" tukuknya.
Sementara itu Kepala DPMDP2KB, Wendi mengakui bahwa dengan berbagai aplikasi yang dikembangkan oleh Tim Dinas Kominfo, Pemerintah Nagari merasakan manfaatnya.
Editor : Berita Minang






