PADANG PANJANG - Pelaksanaan MTQ Nasional XXXIX tingkat Kota Padang Panjang berlangsung sukses, meski di tengah pandemi Covid-19. Kafilah Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT) meraih juara umum pada musabaqah yang berlangsung sejak Senin (14/12) dan ditutup secara resmi Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano di Masjid Islamic Center, Rabu (16/12).
Berdasarkan keputusan dewan hakim, PPT mengantongi total nilai 108. Yaitu Juara I di 12 cabang perlombaan (nilai 60), Juara II di 11 cabang (nilai 33), Juara III pada 15 cabang (nilai 15).
Sementara, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB) yang berada di posisi kedua, mendapatkan total nilai 98. Akumulasinya, Juara 1 di 13 cabang (nilai 65). Juara II di 8 cabang (nilai 24), Juara III di 9 cabang (nilai 9).
PPT mendominasi pada seluruh cabang Tilawah, Khutbah, Tahfizh 1 Juz non Tilawah dan Tahfizh Juz 1 Tilawah . Di sisi lain, cabang Tahfizh 5 Juz non Tilawah, umumnya dijuarai oleh Padang Panjang Barat dan jalur LPTQ. Jalur LPTQ juga menguasai cabang Tafsir, Khattil dan Kitab Standar.
Fadly Amran dalam sambutannya, mengapresiasi terlaksananya MTQ ke-39 ini. Kepada pemenang lomba, dia berpesan untuk terus belajar menggali seluruh potensi serta tidak sombong dengan apa yang didapat. "Pelajari terus, gali terus kemampuan, jangan sombong karena itu tidak akan membuka wawasan," sebutnya.
Menjadi tuan rumah, lanjutnya, merupakan suatu anugerah karena banyak daerah yang menginginkannya. "Sudah 33 tahun Kota Padang Panjang tidak menjadi tuan rumah MTQ. Alhamdulillah di tahun depan kita kembali ditunjuk," kata Fadly.
Disebutkannya lagi, Pemko mempersiapkan penghargaan dan bonus bagi pemuncak MTQ Sumbar yang mewakili Padang Panjang. Insentif tersebut nilainya tertinggi di Sumbar. "Kepada orang tua dan keluarga pemenang MTQ, selamat telah mengantarkan kesuksesan anaknya dunia dan Insyaa Allah sampai akhirat kelak. Persiapkan terus untuk MTQ di Sumbar nanti," imbaunya.
Kepala Kemenag Padang Panjang, Gusman Piliang menyampaikan, MTQ berjalan dengan menerapkan protokol Covid-19. "Tidak ada seremonial pembukaan untuk menghindari pengerahan massa. Ini berdasarkan arahan Bapak Walikota," katanya.
Gusman mengapresiasi inovasi nilai yang langsung tayang. Menurutnya, hal itu merupakan keistimewaan sebagai bentuk transparansi akuntabelitas. "Semoga pelaksanaan MTQ lebih mantap ke depannya. Selamat kepada peserta. Bagi yang belum menang jangan kecil hati, tingkatkan terus kemampuannya," tuturnya.
Editor :






