PADANG PANJANG - Disela studi banding Wakil Bupati (Wabup) Garut tentang berbagai inovasi di kota Padang Panjang, Walikota H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano menyebut salah satu masjid tertua di Padang Panjang, Masjid Asasi.
Ucapan Fadly membuat Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman tertarik. "Saya jadi pengen i'tikaf ke sana," kata Helmi saking inginnya.
Lepas acara resmi, Helmi bertolak ke Kelurahan Sigando, ke lokasi masjid itu. Udara dingin, langit mendung selepas hujan lebat, tak membuat dirinya dan rombongan menghentikan tujuan.
Dari rumah dinas, kendaraan melewati Kantor Kecamatan Padang Panjang Timur, bergerak ke Kampung Tami hingga ke pertigaan KAN Gunung. Berbelok ke kanan, rombongan menuruni jalan dari Simpang Thawalib Gunung. Helmi yang didampingi Asisten II, Iriansyah Tanjung dan Asisten III, Martoni akhirnya sampai di masjid tertua itu.
Beberapa saat melihat sekitar, dia pun masuk ke dalam masjid. Sebuah tonggak yang agak condong menarik perhatiannya. "Ini tonggaknya kenapa bisa condong?" tanya Helmi.
Lama Helmi, memperhatikan ruangan masjid yang menurutnya unik. Mata Helmi kemudian tertuju kepada sebuah tonggak besar yang berada di tengah.
"Semua kayu-kayu penopang masjid ini dipasak, tidak dipaku. Kayu-kayu penyangga masjid ini masih asli, Pak," pemandu menjelaskan.
Beberapa menit kemudian, suara azan Dzuhur berkumandang. Helmi dan rombongan menunaikan shalat berjamaah. Dilanjutkan dengan jamak takdim. Diimami langsung olehnya.
Helmi juga menyempatkan melihat-lihat kampung sekitar. Penasaran dengan anugerah air yang melimpah, dirinya dipandu menuju mata air yang telah menghidupi masyarakat sekitar.
Editor : Berita Minang






