Kekeluargaan ini agar tidak ada jurang pemisah antara pers dan humas. Akan tetapi bagaikan satu tubuh yang tidak terpisahkan, sehingga menjadi kenangan dikemudian hari ketika tidak menjabat lagi atau berjauhan tempat kerja.
"Kita ingin sama-sama bahagia dan sama bersuka duka," bebernya.
Oleh sebab itu, lanjut Firdaus Firman, di era keterbukaan informasi tugas jurnalistik cukuplah berat, untuk perlu adanya pewarta yang yang profesional, berwawasan dan beretika.
Karena itu Humas terus memberikan ruang dan tempat dalam mengasah kemampuan pewarta baik media cetak, elektronik dan online, untuk terus menggali wawasan yang luas setiap saat demi peningkatan kapasitas pewarta yang handal dan berkopenten dalam ilmu jurnalistik.
"Setiap tahun pewarta Solok Selatan kita ajak safari jurnalistik demi mempererat silaturahmi. Sekaligus untuk peningkatan wawasan dan kemampuan diri agar tidak tertinggal dengan kemajuan zaman, sehingga perlu bertukar pengalaman dengan pewarta nasional," paparnya.
Hal ini demi peningkatan kualitas kompetensi dan profesipnalitas wartawab merujuk pada Standar Kompetensi Wartawan (SKP).
"Semua itu menyangkut kemampuan intelektual dan pengetahuan pewarta daerah," paparnya.
Firdaus Firman yang juga biasa di panggil Ajo ini menambahkan, untuk tahun besok secara administrasi, kerjasama media sudah dialihkan ke Dinas Kominfo Solok Selatan.
Meski demikian beberapa kegiatan liputan masih ada di bagian Protokoler pimpinan di Sekretariat Daerah, " pungkasnya. AA
Editor : Berita Minang






