Sedangkan pelaksanaan program penyelenggaraan jenazah hanya dalam kurun waktu 2 bulan, dan satu orang guru mendapatjab intensif Rp800 ribu perbulan.
"Guru tahfiz kita membutuhkan sesuai anggaran tersedia sebanyak 37 orang dan 13 orang pelaksana penyelenggaraan shalat jenazah," ulasnya.
Lebih lanjut Zuardi menjelaskan, bahwa hari ini, Selasa (8/12/2020), para peserta yang sudah lulus seleksi diberikan pembinaan di wisma Umi Kalsum.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Inshaa Allah, pada tahun depan pelaksanaan kegiatan tahfid akan dilakukan tatap muka, hal ini tentu mempertimbangkan keputusan pimpinan terkait kondisi atau perkembangan pendemi covid-19, " pungkas Zuardi. AA
Editor :







