BUKITTINGGI - Upacara puncak peringatan hari Guru Nasional dan HUT 75 PGRI di Bukittingi dilakukan dengan protokol kesehatan , bertindak sebagai Inspektur Upacara Wako Ramlan Nurmatias di halaman Balaikota Gulai Bancah Senin,7/12.
Seluruh peserta upacara yang terdiri dari perwakilan pendidik dan tenaga kependidikan di Bukittinggi, memakai marker, sebelum masuk lapangan upacara dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan mencuci tangan, dan jarak barisan upacara di atur sesuai dengan protokol kesehatan dan perda AKB.
Upacara hari Guru Nasional ini, merupaka agenda pertama Wako Ramlan pagi Senin, begitu aktif kembali sebagai Walikota setelah cuti melakukan Kampanye Pemilukada Wako Bukittinggi.
Pada saat itu, Wako Ramlan membacakan amanat tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, yang mengatakan, peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2020 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dalam situasi pandemi Covid-19. Sistem pendidikan dimana saja, di seluruh dunia, terkena dampak langsung,sehingga sekolah-sekolah harus ditutup sementara
Namun Ada hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi. Dari sisi pemangku kepentingan di bidang pendidikan, para orang tua serta guru-guru Indonesia bahu membahu bekerja sama dan giat dan aktif mencari solusi terbaik demi berlangsungnya pembelajaran di masa pandemi. Sikap-sikap positif ini, semangat pantang menyerah dan gotong royong adalah sebuah keteladanan untuk anak- anak, murid-murid, para penerus bangsa. Pandemi telah memberikan momentum dan pelajaran berharga untuk mengakselerasi penataan ulang sistem pendidikan untuk melakukan lompatan dalam menghasilkan SDM-SDM Unggul untuk Indonesia Maju.m, katanya.
Nadiem memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua guru, tenaga kependidikan, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan pendidikan yang telah menciptakan perubahan dan inovasi yang sangat luar biasa. Dengan semangat juang yang tinggi dan kesabaran Bapak dan Ibu guru semua, pembelajaran tetap terus berjalan meski dengan segala keterbatasan.
Editor :






