IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

BNPB Pasang Sistem Peringatan Dini Tsunami di Mentawai

BNPB memasang sistem peringatan dini tsunami yang dikembangkan BNPB dan UGM di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai. (Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB). Foto: BNPB
BNPB memasang sistem peringatan dini tsunami yang dikembangkan BNPB dan UGM di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai. (Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB). Foto: BNPB
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Selama melakukan kegiatan ini, tim BNPB yang melakukan pendampingan dalam kegiatan mendapatkan beberapa informasi terkait kesiapsiagaan masyarakat sejauh ini. Warga setempat paham risiko gempa dan tsunami sejak sebelum pemasangan sistem peringatan dini ini dilakukan. Hal tersebut disebabkan pengetahuan mengenai tsunami sudah diperoleh sejak tsunami Aceh pada 2004 silam.

Di samping itu, warga juga telah mendapatkan sosialisasi dan simulasi dari lembaga nonpemerintah pada dua tahun kemudian. Namun, kegiatan tersebut tidak berkelanjutan lagi.

Dari penjelasan BPBD setempat, mereka telah membentuk tim satuan tugas (satgas) yang dibentuk dari Surat Keputusan Bupati / SK Bupati sejak tahun 2013 lalu. Tim satgas ini terbentuk di setiap kecamatan dengan beranggotakan 10 orang. Terkait dengan kegiatan pemasangan sistem peringatan dini, tim satgas yang telah terbentuk akan diperkuat dan tidak dibuat lagi untuk Kecamatan Siberut Utara.

Terkait dengan potensi tsunami yang berdampak pada Muara Sikabaluan, warga setempat memahami permasalahan jalur evakuasi yang jauh. Menyikapi kondisi ini, jalur evakuasi baru dibutuhkan untuk mempercepat proses evakuasi warga ke tempat yang lebih aman atau pun adanya tempat evakuasi sementara (TES) di dekat pantai.

Beberapa warga sejak tahun 2004 sudah membangun tempat evakuasi di Tamaerang. Tempat ini sempat dilengkapi dengan logistik warga dan dibersihkan setiap hari minggu, tetapi sejak 3 tahun yang lalu warga tidak lagi merawat tempat ini. Bahkan logistik yang disimpan pun akhirnya diambil.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Pemasangan alat peringatan dini ini merupakan pertama kali dilakukan UGM dengan pengontrol jarak jauh antar pulau, dengan jarak 120 km (dari Pulau Sipora ke Pulau Siberut). Jaringan GSM dapat digunakan sebagai penghubung tetapi jaringan radio ternyata tidak memungkinkan karena memerlukan repeater tambahan.

Sementara itu, informasi lain yang diperoleh di lapangan mengidentifikasikan bahwa dengan perkiraan golden time tsunami dapat terjadi hanya kurang dari 5 menit. Oleh karena itu, pemasangan sirine yang tadinya ada 3 level diubah menjadi 1 level saja, yaitu awas. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan permintaan BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan salah satu kabupaten yang terletak di jalur megathrust tsunami di Indonesia. Pemasangan alat peringatan dini tsunami di Kecamatan Siberut Utara menjadi perhatian penting karena daerah ini mempunyai elevasi atau ketinggian yang jauh dari daerah pantai, jalur evakuasi panjang lebih dari 2,5 km padahal perkiraan waktu tsunami datang kurang dari 5 menit.

Faktor lain adalah sebagian besar penduduk di Muara Sikabaluan tinggal di tepi pantai. Alat peringatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperkuat kegiatan kesiapsiagaan tsunami. (Relhms/Je)

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH