Sebelumnya, Dr. Andani mengatakan bahwa edukasi paling bagus dimulai dari tingkat nagari. Perguruan tinggi membantu mengisi konsepnya. Yang akan terlibat semuanya, baik unsur masyarakat, TNI/Polri, Pemda, serta mahasiswa di nagari tersebut.
"Ini kita sebut gerakan semesta menghadapi Covid, dimana semua orang terlibat aktif untuk mewujudkannya," ucap Andani.
Nagari Tageh menurutnya bukan hanya terkait kesehatan, tetapi juga masalah ekonomi, sosial budaya, pangan, dan juga pendidikan, dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai konseptor, sekaligus sebagai pelakunya di lapangan.
"Perguruan tinggi melalui para mahasiswa di nagarinya kita mintakan untuk menjadi tulang punggung dalam membantu Wali Nagari. Memberikan pengetahuan dan mendampingi langsung di lapangan," terangnya.
Andani menambahkan bahwa konsep Nagari Tageh ini bukanlah pertama kali di Sumbar.
Disamping meninjau dan meresmikan rumah isolasi di Nagari Kapau Alam Pauh Duo, gubernur juga menghadiri Pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK KB-Kesehatan serta peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang digelar di obyek wisata Hot Water Boom Pauh Duo.
Turut hadir Rektor Universitas Andalas Yuliandri, Pjs. Bupati Solok Selatan Jasman Rizal, Komandan Kodim (Dandim) 0309/Solok, Letkol Arm Reno Triambodo, Kapolres Solok Selatan, AKBP Tedy Purnanto, Kajari Solsel M.Bardan, Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Etna Estelita, Kadis Kesehatan Prop. Sumbar Arry Yuswandi, Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas Andani Eka Putra, Direktur Nagari Development Centre (NDC) Unand Erigas Eka Putra, pengurus TP-PKK serta sejumlah OPD Propinsi dan kabupaten. AA
Editor : Berita Minang






