PADANG PANJANG - Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran, BBA, Datuak Paduko Malano menyampaikan nota jawaban terhadap pemandangan umum 5 fraksi di DPRD tentang Ranperda APBD TA. 2021, dilanjutkan dengan jawaban terhadap tujuh Ranperda Kota Padang Panjang yang dibacakan oleh Wakil Walikota Drs. Asrul, pada rapat Paripurna DPRD, Senin, (16/11).
Rapat turut dihadiri, Forkopimda, Jajaran pejabat Pemko Padang Panjang, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Secara berurutan, Walikota Fadly Amran memberikan jawaban terhadap pemandangan umum Fraksi GERINDRA-PKS yang disampaikan oleh Sdr. Yudha Prasetya, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang disampaikan oleh Sdr. Zulfikri, SE, Fraksi NASDEM Bulan Bintangnya yang disampaikan oleh Sdr. Hendra Saputra, SH, Fraksi Golkar yang disampaikan oleh Sdr. Yovan Fadayan Remindo,S.I.Kom, Fraksi Demokrat Kebangkitan Bangsa yang disampaikan oleh Sdr. Drs. Nasrul Efendi.
Menanggapi Fraksi yang meminta kepada Pemerintah Daerah agar jeli dan segera mencarikan solusi untuk mengatasi trend penurunan dalam pertumbuhan ekonomi dan masalah pengangguran di Kota Padang Panjang, Wako Fadly menyampaikan, dalam menekan angka pengangguran, beberapa program pelatihan bagi pencari kerja telah dilaksanakan oleh DPMPTSP, dan kegiatan-kegiatan pelatihan tersebut tetap berlanjut di tahun anggaran 2021.
"Pelatihan yang dilakukan terdiri dari pelatihan soft skill seperti kemampuan bahasa asing dan pelatihan teknis. Peserta pelatihan yang telah menguasai keterampilan berbahasa dan keterampilan teknis tersebut akan diikutkan dalam seleksi Program Kerjasama pengiriman tenaga terampil ke Jepang dan Korea yang merupakan program kerjasama antar Pemerintah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pencari kerja dalam rangka menekan angka pengangguran," ungkap Wako.
"Pemerintah Daerah telah berkomunikasi aktif dengan Kementerian dan Lembaga yang terkait untuk dapat memaksimalkan Dana Transfer ke daerah khususnya DAK dan DID. Hasil dari upaya ini dapat kita lihat dengan naiknya alokasi DID dan DAK Kota Padang Panjang tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020," kata Wako.
Pernyataan tesebut sekaligus menjawab pertanyaan senada dari Fraksi Nasdem Bulan Bintangnya.
Sementara itu untuk DAU, seiring dengan menurunnya asumsi penerimaan negara, berdampak pada penurunan alokasi transfer umum dalam struktur APBN 2021 yang mengakibatkan alokasi DAU bagi seluruh daerah menurun. "Hal ini turut dipengaruhi oleh dampak COVID-19 yang melanda seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia," kata Wako.
Kemudian menyangkut peruntukan dana DID, tahun 2021, DID Kota Padang Panjang dialokasikan untuk pembiayaan kegiatan seperti penyediaan asuransi kesehatan bagi masyarakat Kota Padang Panjang, Kegiatan PSC 119, penyediaan sarana distribusi perdagangan dan fasilitasi pengelolaan sarana distribusi perdagangan.
Editor :






