5.Fasilitasi akses permodalan, melalui temu usaha dengan pihak perbankan dan perusahaan pembiayaan formal, temu usaha dengan pembeli dan investor lainnya.
6.Perbaikan sarana dan prasarana lingkungan wilayah pesisir, melalui pengintegrasian program kegiatan terkait seperti PNPM, sanitasi, dll.
Bentuk sinergi antar unit kerja yang telah dilaksanakan adalah :
1.Kepariwisataan: Paket pelatihan industri jasa skala kecil; rumah makan, pondok wisata, wisata minat khusus berupa aktifitas nelayan yang dilakukan bersama wisatawan, dll. 2.Pertanian/ Peternakan / Perkebunan: Penyediaan paket-paket mata pencaharian alternatif di wilayah pesisir. 3. Perdagangan / Industri: Paket pelatihan kewirausahaan mandiri, pelatihan life-skill industri kecil, paket bantuan sarana dan prasarana terkait.
4.Tenaga Kerja: Pelatihan life-skill terkait untuk optimalisasi produktifitas nelayan dan anggota keluarga. 5. Pemberdayaan Perempuan: pemberdayaan wanita dan janda-janda di wilayah pesisir. 6. Pendidikan dan kesehatan: peningkatan pengetahuan dan kesehatan masyarakat pesisir.
Sampai tahun 2014 hasil yang telah dicapai adalah sebagai berikut:
A. Dinas Kelautan dan Perikanan: sarana penangkapan berupa 599 unit mesin long tail, 256 unit jaring gill net monofillament, sebanyak 812 unit fish box, sebanyak 153 unit trammel net dan 80 unit perahu. Untuk sarana budidaya berupa jaring tancap sebanyak 201 paket dan lele terpal sebanyak 55 paket. Untuk sarana pengolahan dan pemasaran berupa 10 unit lemari asap, SPG roda 3 sebanyak 10 unit, etalase sebanyak 21 unit, alat pembuat abon ikan sebanyak 7 unit.
B. Dinas Peternakan: bantuan sapi. C. Dinas Pertanian: pohon bibit sirsak dan pupuk kandang. D. Dinas Tenaga Kerja: pelatihan kepada kelompok masyarakat, pemberian mesin jahit dan alat perbengkelan. E. Badan Pemberdayaan Perempuan: etalase, penggiling daging, kuali besi, show case, blender, kompok gas dan lain lain.
F. Dinas Perindustrian dan Perdagangan: mixer, blender, oven dan loyang. G. Dinas Pendidikan: Pelatihan untuk nelayan dan wanita nelayan dalam mengelola sumberdaya alam kelautan dan perikanan. H. Dinas Kesehatan: makanan pengganti ASI (MP-ASI)
Editor : Berita Minang






