Menurut Supadria, homestay merupakan salah satu usaha akomodasi yang berbasis pemberdayaan masyarakat di sekitar destinasi wisata. Homestay memanfaatkan rumah tempat tinggal yang disewakan bagi tamu. Istimewanya adalah tamu dapat berinteraksi dengan pemilik Homestay serta beraktivitas sesuai apa yang dilakukan oleh tuan rumah.
Saat ini Homestay semakin menjamur. Ini sangat mendukung sarana prasarana Bukittinggi sebagai Kota Pariwisata. Diharapkan, Melalui pelatihan ini, manajemen pengelolaan homestay harus dikelola lebih modern. Jika homestay berkembang dapat mengantisipasi keluhan pengunjung.
"Kita berharap homestay jangan lagi dikelola secara konvensional. Homestay juga harus mampu menambah daya tarik. Homestay memiliki kelebihan dengan adanya interaksi pengelola dan pengunjung. Walaupun tradisional, manajemen homestay harus lebih modern. Jadi, Homestay juga lebih familiar," ujar Supadria didampingi Sekretaris Disparpora, Nenta Oktavia dan Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Suzi Yanti.
Supadria menambahkan akulturasi budaya dan transformasi ilmu juga terjadi di Homestay. Homestay juga lebih fleksibel. Kedepan, pemasaran atau promosi Homestay harus berbasis IT atau digital.
( Yus).
Editor : Berita Minang






