Selain itu, Rahmad Handoyo sebagai salah satu aktivis yang lahir dari bawah yakni menamatkan pendidikan S1 di Universitas Diponegoro ini menceritakan proses dirinya berjuang sejak mahasiswa menjadi aktivis mahasiswa pada gerakan intra dan ekstra kampus dan kemudian menapaki Jakarta dengan semangat untuk bisa berkiprah di tingkat nasional. Akhirnya sudah terpilih untuk period ke 2 di DPR-RI. Dengan tidak bermodalkan trach keluarga tapi trach idiologi nasionalism kebangsaan akhirnya juga bisa masuk dalam jajaran kepemimpian nasional di badan legislative Nasional tersebut.
"Pergerakan situasi global saat ini, effeknya terhadap situasi Indonesia dan bagaimana strategi kita sebagai anak muda untuk tumbuh, berkembang dan beradaptasi pada perubahan yang berubah bersebut," jelas Hendri Teja dan Rizki. (ET)
Editor :






