Sementara Ketua Panitia, Camat Payakumbuh Selatan Junaidi dalam laporannya menyampaikan kegiatan berakhir lebih cepat sesuai rencana jadwal yang disepakati. MTQ ini diikuti 237 peserta dari 11 cabang lomba, seluruh rangkaian acara ini digear pada beberapa lokasi di 6 kelurahan tetap memprioritaskan protokol kesehatan yang ketat, seluruh kafilah, official, dewan juri, dan masarakat yang menyaksikan diwajibkan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun ditempat yang telah di sediakan, dan menjaga jarak, selain itu, sebelum masuk arena lomba, di periksa lebih dahulu suhu tubuhnya, mudah mudah tidak ada warga yang positif terpapar covid-19 klaster MTQ ke 39 ini, ujar Camat.
"Semoga gelaran MTQ tahun ini bisa menungkatkan kecintaan kita kepada alquran, dan nilai-nilai keislaman di Kota Payakumbuh, semoga gelaran MTQ selanjutnya di kecamatan lain akan lebih baik dari ini," harap Junaidi.
Kakankemenag Ramza Husmen yang juga Koordinator Dewan Hakim menerangkan penilaian dan dewan hakim tidak menuai kritikan yang begitu berarti, panitia dapat mencegah konflik. Ramza juga memberikan apresiasi kepada Kecamatan Payakumbuh Selatan yang sudah sukses menjadi tuan rumah MTQ tersebut.
"Kalaupun ada konflik, bentuknya konstruktif, menumbuhkan hubungan kuat. Sehingga kita optimis bisa mensukseskan MTQ tingkat Provinsi Sumbar di Padang Panjang nanti. Kafilah-kafilah kita kesiapannya dari 5 kecamatan sudah mengikuti prosedur, dan kualitasnya untuk dikirim ke MTQ tingkat Provinsi Sumbar nanti kita pastikan akan kita tingkatkan lagi," ungkapnya.
MTQ Nasional ke XL tahun 2022 nanti menurut jadwalnya, Latina ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaannya. "Kita siap menjadi tuan rumah dan akan berupaya menjadi tuan rumah yang baik. Disamping itu tentunya kita ingin mempertahankan prestasi yang kita raih pada hari ini," ujar David.
Penyerahan hadiah kepada seluruh pemenang diserahkan secara simbolis, tetap diatur menurut protokol kesehatan demi mencegah terjadinya penularan virus Corona. (Yus)
Editor :






