Prestasi ini bukanlah hal yang mudah dicapai, maka atas nama PT. Supreme Energi Muara Labuh, Ashary mengucapkan rasa terima kasih dan bangga pada PT. Rekind yang sangat disiplin dan taat terhadap peraturan keselamatan kerja.
Selain itu juga ucapan terima kasih pada Pemerintah Daerah yang sudah mensuport. Serta ucapan yang sama pada masyarakat Solsel umumnya, masyarakat Pekonina dan Muara Labuh khusunya, sehingga terlaksananya pekerjaan proyek geotarmal ini dengan baik dan menghasilkan," terang Ashary.
Kedepan, pihak PT. SEML sangat berharap pada Pemerintah Daerah untuk memainkan perannya dalam mengamankan aset PLTP Muara Labuh ini dengan membatasi kegiatan masyarakat yang merambah lahan yang dekat dengan area Pembangkit Listrik atau area PT. SEML ini, " ungkapnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan, Basrial, dikesempata iti turut mengapresiasi pihak perusahaan yang telah mampu menerapkan aturan dengan implementasi kerja dilapangan yang aman. Sehingga berhasil meraih prestasi 8 juta jam kerja aman.
"Jika perusahaan tidak menerapkan aturan keamanan dalam bekerja, tidak mungkin prestasi ini dapat di capai, " kata Basrial.
Sebelumnya Project Managemen PT SEML, Ahmad Gunawan memaparkan bahwa tercapainya 8 juta jam kerja aman proyek Geothermal Muaralaboh 1x85 MW, sejak 2017 lalu itu telah menyerap 1.900 pekerja. Sementara sisa waktu pekerjaan yang tinggal beberapa bulan lagi, tercatat sekitar 500 pekerja di seluruh level masih bekerja.
Sudah barang tentu capaian prestasi aman dalam bekerja mulai dari 1,5 juta jam kerja, 5 juta jam kerja dan 8 juta jam kerja aman tentu harus tetap dipertahankan, hingga sisa waktu pekerjaan ini selesai sebagaimana mestinya," terang Ahmad Gunawan.
Sementara itu pihak PT. Rekind sebagaimana dikatakan, Asnil menjelaskan bahwa kegiatan mega proyek ini di mulai 14 maret 2017, dengan berbagai lika liku yang ditemukan. Namun berkat karyawan yang merupakan para pejuang dan para jawara, telah bisa membuktikan karyanya, yaitu tuntasnya pembangunan dan berproduksinya PLTP tahap pertama.
"Para pahlawan dan jawara pembangunan proyek Geotarmal ini hendaknya menjadikan hasil kerja lebih kurang 3,5 tahun 4 bulan ini menjadi sejarah untuk masa nanti, " harap Asnil pada karyawan yang telah melahirkan prestasi 8 juta jam kerja aman.
Editor : Berita Minang






