IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

BNPB Gelar Sosialisasi Budaya Sadar Bencana di Panimbang Pandeglang

Suasana kegiatan sosialisasi sadar bencana yang dilakukan BNPB. Humas BNPB
Suasana kegiatan sosialisasi sadar bencana yang dilakukan BNPB. Humas BNPB
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PANDEGLANG - Pusdatinmas BNPB kembalimelakukan edukasi sekaligus sosialisasi budaya sadar bencana. Kali ini,lokasi kelima sosialisasidi tahun 2019, yakni di lapangan Reunghas, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten (5/10).

Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPBmenyebutkan, sebelumnya dilakukan di Bogor, Gresik, Pekalongan, dan Karangasem Bali. Potensi bencana masing-masingdaerah berbeda. KabupatenPandeglang berpotensi banjir, gempabumi, tsunami, kekeringan, puting beliungdan gunungapi. Khususnya di Banten ancamannya cukup tinggi untuk bencana Puting Beliung.

Mengawali sambutannya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Kapusdatinmas)BNPB yang mewakili Kepala BNPB mengatakan Kita perlu tahu bahwa adanya ancaman bencana di daerah Panimbang, Pandeglang. "BNPBbukan menakuti-nakuti namun mengingatkan, mengedukasi dan mensosialisasikan dalammengambil inisiatif melakukan penyelamatan diri" kata Agus Wibowo selaku Kapusdatinmas BNPB.

Salahsatu caranya adalah membangun komunikasi melalui kesenian tradisional. Hal ini merupakan model atau salah satusaluran komunikasi menyampaikan pesan kepada masyarakat.Pagelaran wayang golek dengan dalang Opick Sunandar Sunarya, Mekar Arum 2 Giriharja, dipilih menyampaikan edukasi bencana disela pertunjukannya mendalang wayang golek dengan bahasa daerah Sundacukup efektif, agar masyarakat teredukasi sekaligus terhibur.

Kapusdatinmas BNPB juga mengingatkan musim kemarau akan berakhirdan akan masuk ke musim penghujan. "Perlu bagi masyarakat untuk membersihkan selokan atau parit agar tidak terjadi banjir" ingatnya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Berkembangnya media sosial juga semakin maraknya hoaks, masyarakat diminta hati-hati dalam bermedia sosial. "Peroleh berita dari sumber yang resmi seperti dariBMKG,BPBD atau BNPB" kata Agus.

Selanjutnya, sosialisai budaya sadar bencanamelalui acara pagelaran kesenian tradisionaldaerah. BNPB mengharapkan dapatmemberikan contoh untuk pemerintah daerah dalam melanjutkan sosialisasi bencana. Baik di sekolah ataupun melalui kesenian tradisional. "Libatkan berbagai komponen, pemerintah daerah danmasyarakat. Semoga acara ini bermanfaat bagi masyarakat, dan menjadi contoh untuk pemerintah daerah mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana" pesannya.

Camat Panimbang, Suhaedi Kurdiatna menjelaskanPanimbang mempunyai 28 Km pantai yang mempunyai potensi bencana tsunami.Pasca bencana tsunami Desember 2018 lalu, sebulan setelahnya Panimbang juga diterjang puting beliung.

Terimakasih atas bantuan BNPB dalam mengedukasi bencana. Kita harus siap dan mengantisipasi jauh sebelum bencana terjadi. "Banyak berita hoaks dari media sosial. Isu yang meresahkan masyarakat sehingga menyulitkan kami untuk melakukan evakuasi atau tidak," ucap Camat Panimbang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Surya Darmawan, juga melaporkan Hunian Sementara (Huntara) bantuan BNPB sudah jadi dan Hunian Tetap (huntap) sedang dalam penyiapan lahan oleh provinsi. "Dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 BNPB sudah masuk di Pandeglang.BNPB sudah melakukan sosialisasi dari jauh hari, utamanya saat kami menghadapi bencana gempabumi dan tsunami" ungkapnya.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH