IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pelatih 25 Cabor Sumbar Lolos PON XX Papua, Bakal Dapat Coaching Clinic

Para pelatih 25 Cabor Sumbar yang lolos PON XX Papua saat menghadiri latihan bersama di Sport Hall GOR H. Agus Salim Padang, Sabtu (25/7/2020). Foto Rokcalva
Para pelatih 25 Cabor Sumbar yang lolos PON XX Papua saat menghadiri latihan bersama di Sport Hall GOR H. Agus Salim Padang, Sabtu (25/7/2020). Foto Rokcalva
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Penundaan pelaksanaan PON XX Papua digunakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat untuk melaksanakan berbagai persiapan guna mengoptimalkan kemampuan atlet dan pelatih. Dalam watu dekat, KONI Sumbar bakal melaksanakan coaching clinic bagi pelatih 25 cabang olahraga yang berhasil lolos ke arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 Papua. Kegiatan coaching clinic bagi pelatih direncanakan digelar 13 Agustus mendatang.

Pemateri dalam coaching clinic adalah Drs T Irwan Amrun dari Jakarta, Dr Dikdik Ja"far M.Pd dari Jakarta, Dr Iwan Hernawan MPd dari Jakarta, Dekan FIK UNP Dr Alnedral, Dokter kesehatan olahraga Sumbar dr. Pudia M Indika, dokter gizi Dr Afriwardi.

"Coaching clinic bagi pelatih untuk menyiapkan pelatih menghadapi PON XX. Kita serius mempersiapkan atlet dan pelatih demi prestasi Sumbar nantinya," kata Ketua KONI Sumbar Syaiful didampingi Ketua Tim Teknis Fazril Ale Sabtu, 25 Juli 2020.

Tujuan KONI memberikan coaching clinic sebut Syaiful, agar pelatih cabang olahraga terlibat aktif dalam melatih atlet. Lalu menyamakan persepsi dengan program latihan yang diberikan narasumber.

Tinggal lagi KONI Sumbar memonitoring proses latihan yang pelatih berikan sesuai dengan materi. Nantinya KONI Sumbar akan mengevaluasi pelatih yang tidak serius dalam melatih atlet.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Evaluasinya yakni menggelar kembali Tes Fisik Tahap III di akhir tahun 2020. Apabila ada atlet yang mengalami penurunan performa, pelatihnya kita evaluasi, " Ujar Syaiful dianggukkan Fazril Ale

Fazril Ale menambahkan, peserta yang mengikuti kegiatan coaching clinic tidak boleh diwakilkan. Kalau pelatih tidak ikut, maka mereka akan rugi sendiri. Di samping materi yang disampaikan fresh, juga ada sertifikat Coaching clinic sebagai acuan mereka menyerap ilmu.

"Kalau mereka tak ikut, maka dipastikan ilmu kepelatihan mereka akan ketinggalan. Jika berimbas pada performa atlet, maka pelatih akan kita evaluasi," tutupnya. (Rid/MR)

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH