BUKITTINGGI - Banyak kendala yang dihadapi apabila Porprov XVI tatap dipaksakan dilaksanakan pada tahun 2021. Untuk itu, Pemerintah Kota Bukittinggi sepakat dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menyelenggarakan iven Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dilaksanakan di tahun 2022.
"Kondisi pandemi Covid-19 yang membuat keuangan daerah terkuran, juga berimbas kepada kondisi keuangan Pemko Bukittinggi dan tak memungkinkan untuk bisa ikut dalam Poprov bila dilaksanakan di tahun 2021," tegas Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di sela-sela acara pelantikan Pengurus KONI Bukittinggi 2020-2024, Sabtu (18/7/2020)
Ramlan mengatakan, Pemko Bukittinggi tahun 2020 ini fokus pada pengalokasian anggaran Covid 2020. Sebab apabila anggaran tak terpenuhi, maka akan mendapat sanksi dari Pemerintah Pusat berupa pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU).
"Untuk alokasi anggaran 2021 entah berapa pula alokasi anggaran kita. Belum dapat dipastikan. Ada dampak bagi kita semua, luar biasa dampaknya. Maka dari itu untuk pelaksanaan Porprov agar bersabar dulu,"pintanya.
Ketua KONI Sumbar Syaiful juga memaparkan, dari 13 kabupaten kota tuan rumah bersama Porprov yang semula dilaksanakan 2020 dan diwacanakan dilaksanakan 2021, delapan daerah mengirimkan surat ke Pemprov Sumbar meminta diundur hingga 2022.
"Ada beberapa cabor inginkan 2021 dilaksanakan Porprov. Namun KONI se Sumbar sepakat 2022 dilaksanakan. Karena kondisi keuangan yang membuat hal demikian, tanpa kita mengabaikan pembinaan," ulas Syaiful. (rid/MR)
Editor : Berita Minang






