"Kalau mereka tidak mendapatkan pendidikan yang layak bisa-bisa kriminal meningkat sebab usia tamatan SMP masih labil dan perlu bimbingan," ujarnya.
Selain itu katanya, sekolah swasta juga tidak ada di Solok Selatan sehingga yang tidak diterima disekolah Negeri terancam tidak melanjutkan pendidikan.
Ditempat terpisah, Kepala sekolah SMA Negeri 3 Solok Selatan Akmalu Rijal mengatakan, pihaknya pada tahap satu menerima pendaftaran siswa baru sebanyak 432 orang dan tahap dua 164 orang.
Yang tidak lulus tahap satu mendaftar lagi di tahap dua yang jumlahnya sebanyak 164 orang dan dinyatakan lulus 129 orang sesuai kuota yang masih tersedia.
Sedangkan di SMA Negeri 1 Solsel di Muara Labuh menurut Kepala sekolahnya, H. Asril mengungkapkan bahwa SMA Negeri 1 Solok Selatan dijatah kuota dari Provinsi sebanyak 360 orang, sedangkan yang telah mendaftar baru sebanyak 315 orang.
"Artinya peluang untuk menambah siswa masihbada, namun untuk penambahan siswa agar terpenuhinya kuota di sekolah SLTA tertua di Solsel ini, harus pula ada izin dari Dinas Pendidikan Provinsi," terang H. Asril. AA
Editor : Berita Minang






