PADANG ARO - Anggota DPRD Sumatera Barat Mario Syahjohan mengatakan sistem Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau zonasi harus segera dievaluasi agar tidak ada siswa yang putus sekolah karena daya tampung terbatas.
"Ada beberapa sekolah yang terdapat kelebihan pendaftar tetapi ada juga yang kurang sehingga yang berlebih terancam putus sekolah dan harus ada solusi cepat agar mereka yang tidak diterima bisa melanjutkan pendidikan serta orang tua murid tidak panik", katanya, saat dihubungi melalui telepon selular dari Padang Aro, Selasa (14/7/2020)
Untuk saat ini katanya, Pemerintah harus mencarikan solusi bagi pelajar yang tidak lulus sistem PPDB agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Solusi cepat saat ini katanya, bisa merekomendasikan sekolah terdekat diluar zonasi yang masih kekurangan siswa atau menjadikan ruang tata usaha sebagai lokal.
"Yang penting sekarang semua tamatan SMP sederajat bisa melanjutkan pendidikan dan itu perlu cepat," katanya.
Selain itu katanya, dilokasi sekolah yang pendaftarnya banyak harus ada penambahan lokal supaya siswa didalam zonasi tetap bisa bersekolah dan tidak terkendala kouta.
Sementara itu, Wakil ketua DPRD Solok Selatan Armen Syahjohan mengatakan, sekarang sistem belajar daring sudah dimulai dan sebelum melangkah lebih jauh sistem zonasi ini harus ditinjau ulang supaya semua tamatan SMP sederajat bisa melanjutkan pendidikan karena saat ini ada yang berlebih tetapi ada yang kekurang pendaftar.
Pemerintah mulai dari pusat hingga daerah harus mencarikan solusi bagi anak-anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena terkendala zonasi.
Dia mengatakan, generasi muda ini merupakan penerus bangsa sehingga harus mendapat pendidikan yang layak dan jangan sampai putus sekolah.
Editor : Berita Minang






