Program tersebut, penting untuk diterapkan. Setelah pengetahuan agama ditanamkan sejak dini, ke depan tinggal memperbaiki karakternya.
"Termasuk juga mengimbangi kesejahteraan terhadap guru-guru, pengurus masjid dan musala, honor-honornya kita berikan. Dalam tiga tahun ini saja sudah ada Rp12 miliar uang daerah kita keluarkan untuk itu. Kita ingin dunia pendidikan merasakan kehadiran pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Rektor UMSB Bukittinggi, Riki Saputra mengatakan, mencetak dunia pendidikan memang perlu dukungan dan sinergitas dengan pemerintah. Sejak 2016, UMSB kampus III Bukittinggi mulai dibangun dan 2020 telah selesai gedung baru lima lantai bahkan telah dioperasionalkan.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Tahun ini UMSB kembali ketiban rezeki dalam rangka memperindah bangunan kampus. Yakni, dapat dana hibah senilai Rp700 juta dari Pemko Bukittinggi untuk membangun pagar sekeliling kampus. Ini amat kami syukuri," katanya. (Yus)
Editor :







