IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Dekan FBS UNP Prof. Dr. Ermanto, M.Hum. Terbitkan Hikayat Kurenah Awak Berbahasa Minangkabau

Dekan FBS Universitas Negeri Padang Prof. Dr. Ermanto, M.Hum. kembali terbitkan karya sastra berupa Hikayat "Kurenah Awak" Berbahasa Minangkabau.
Dekan FBS Universitas Negeri Padang Prof. Dr. Ermanto, M.Hum. kembali terbitkan karya sastra berupa Hikayat "Kurenah Awak" Berbahasa Minangkabau.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Padang-Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. kembali menerbitkan buku dalam bentuk hikayat yang berjudul "Kurenah Awak" berbahasa Minangkabau setebal 246 halaman yang diterbitkan pada Juni 2020 oleh Penerbit Pustaka Tunggal, Jakarta.

Demikian disampaikan oleh sang penulis dengan nama pena Ermanto Tolantang kepada wartawan Rabu sore ini (1/7) di Kampus FBS Universitas Negeri Padang, Air Tawar Padang.

Menurut Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum yang selain Dekan juga dosen Program Studi Sastra Indonesia FBS Universitas Negeri Padang, hikayat "Kurenah Awak" ini adalah karya sastra yang kelima diterbitkan setelah novel Tujuh Cinta Si Anak Kampung, novel Sansai, Hikayat Dodon Tea dan Umar Galie, novel Rindu Banda Sapuluah yang juga berbahasa Minangkabau.

Kepada wartawan, Ermanto Tolantang alias Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. yang merupakan Guru Besar Ilmu Linguistik Universitas Negeri Padang, mengemukakan bahwa semua karya sastra yang dihasilkannya merupakan karya sastra yang dimuat secara bersambung di dalam akun fesbuk pribadinya dengan nama Ermanto Tolantang.

"Karya sastra yang saya hasilkan merupakan karya yang telah dipengaruhi oleh komunikasi yang intens juga dengan para pembacanya. Kadang kala cerita dan konflik-konflik tersebut tercipta oleh komentar-komentar pembaca terhadap rangkaian cerita sebelumnya di akun fesbuk tersebut," jelas Ermanto Tolantang dosen Linguistik di Prodi Sastra Indonesia FBS Universitas Negeri Padang tesebut.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Khusus untuk hikayat "Kurenah Awak" ini, bagi pembacanya, kata Ermanto Tolantang, sang pengarang sudah pula dianggap sebagai tokoh Pak Awak.

"Bahkan di lingkungan kampus dan bagi sivitas akademika Universitas Negeri Padang sang pengarang sudah akrab pula dipanggil sebagai Pak Awak," jelas Ermanto Tolantang.

Ketika ditanya tentang isi cerita hikayat "Kurenah Awak" dosen FBS Universitas Negeri Padang yang terus menulis karya sastra di sela-sela kesibukannya sebagai Dekan dan sebelumnya menjabat sebagai wakil dekan dua kali berturut-turut menjelaskan bahwa isinya adalah tentang perangai manusia hidup berkeluarga yang mungkin dialami oleh semua orang.

Kata Ermanto Tolantang, dalam hikayat ini diceritakan bahwa setiap kita ternyata memiliki 'kurenah' atau perangai, tingkah laku, watak, sikap yang berbeda baik bersifat positif maupun bersifat negatif. Lebih lanjut Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang ini menjelaskan bahwa kurenah negatif dan kurenah positif yang ada pada setiap orang itu seperti gelombang yang naik dan turun atau seperti pasang yang naik dan surut.

"Artinya, setiap manusia memiliki kurenah yang berbeda dan saling melengkapi dalam menjalani kehidupan ini," jelas dosen FBS Universitas Negeri Padang yang pernah menjabat Kaprodi Sastra Indonesia.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH