PASAMAN BARAT - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kab. Pasaman Barat (Pasbar) hujani sejumlah pertanyaan ke Dinas Kesehatan Kab. Pasbar terkait Alat Perlindung Diri (APD) senilai Rp.2,1 Miliar yang sebelumnya ditemukan menumpuk di gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kab. Pasbar, Sumbar.
Pertanyaan demi pertanyaan terus dilayangkan oleh sejumlah Anggota DPRD Pasbar saat rapat berlangsung hingga berakhir. Rapat dengar pendapat tersebut juga di hadiri oleh Sekretaris Daerah Pasbar, Dinas Kesehatan , Inspektorat , beberapa Kepala Puskesmas di Pasaman Barat dan juga sejumlah awak media, Rabu (17/6/2020).
"Ya, Sangat disayangkan, kenapa ini bisa terjadi dan berbeda antara informasi dilapangkan yang kami temukan, kami menemukan bahwa puskemas di Pasbar itu sangat membutuhkan APD dalam penanganan Covid-19, " terang Wasman Anggota DPRD Pasbar dari partai PPP dapil II.
Dikatakannya, DPRD yang juga memiliki fungsi sebagai pengawas berhak mempertanyakan kenapa Dinas kesehatan Pasbar hanya menganggarkan APD tersebut hanya Untuk Puskesmas di Pasbar dan Rumah Sakit Yarsi , sedangan masyarakat juga membutuhkan APD berupa seperti masker.
Ketua Komisi IV Adriwilza menegaskan dirinya sangat kecewa dengan proses administrasi pengadaan APD yang diduga tidak jelas dan pihaknya merasakan ada kejanggalan dalam pengadaan APD yang bernilai Rp. 2,1 milyar tersebut.
Anggota Komisi I Muhammad Guntara juga mempertanyakan kenapa Kepala Dinas Kesehatan langsung membuat berita acara serah terima APD namun mendahului panitia penerima barang yang belum menandatangani bahkan kontrak pekerjaan belum selesai dibuat.
" ini jelas menimbulkan pertanyaan, kontrak kerja belum selesai APD sudah ada di gudang, dan anehnya ada ditemui APD yang tidak teregister dan tidak punya surat edar," terang Guntara Anggota DPRD Pasbar Dari Partai Nasdem dapil IV.
"Kami sangat kecewa dengan kinerja Dinas Kesehatan Pasbar, karena pada kenyataannya dilapangan pihak puskesmas mengeluh kekurangan bahkan tidak mendapatkan APD saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sekarang Kita justru menemukan APD menumpuk di gudang," kata anggota DPRD fraksi Demokrat Nazwar.
Sementara itu Ketua DPRD Pahrizal Hafni menyampaikan bahwa pihaknya sangat kecewa dengan administrasi pengadaan APD pada Dinas Kesehatan kab Pasaman Barat yang di anggap penuh kejanggalan dan ke anehan.
Editor :






