Selanjutnya Nasrul Abit berharap dalam memperingati gempa ini menjadi renungan dan memperbaharui niat dan tekad kita untuk mengurangi resiko bencana di Sumbar secara terkoordinir dan terpadu.
"Semoga Allah SWT menjauhkan bencana dari Ranah Minang dan bangsa Indonesia yang kita cintai ini, Aamiin YRA," tutupnya.
Pada kesempatan itu Sekretaris Daerah Prov Sumbar Alwis mengatakan dalam laporannya, bahwa pada peringatan 10 tahun peristiwa gempa berkekuatan 7,6 SR mengguncang Sumbar, cukup menimbulkan dampak yang memilukan dalam sejarah Indonesia.
Dimana saat itu korban meninggal dan hilang mencapai 1.200 orang, luka berat ringan hampir mencapai 3.000 orang, bangunan perkantoran, gedung bertingkat dan rumah penduduk banyak yang roboh. Sementara rumah sakit yang selama ini tempat berobat menjadi tempat penampungan jenazah korban gempa.
"Saat itu kita belum siap menhadapi bencana gempa dan tsunami, apalagi BPBD belum terbentuk, sehingga kita banyak membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat, NAUMGAN PBB, NGO Nasional maupun Internasional," ucap Alwis.
Selain pertunjukan teaterialkal pengunjung juga menyaksikan film bersejarah mengenang 10 tahun pasca gempa 2009 dan dilanjutkan penandatanganan bersama pencanangan menuju "Sumbar Tangguh Bencana".
Hadi dalam acara tersebut Sekretaris Utama BNPB Harmensyah, Direktur utama Peralatan BNPB Rustian, Bupati/Walikota se Sumbar, Kepala Pelaksana BPBD se Sumbar, Kepala OPD se Sumbar, Kepala BUMN, BUMD, NGO dan LSM serta juga dihadiri oleh korban dan para keluarga korban bencana gempa 2009.
(rel) Editor :






