Dalam webinar ini turut serta Duta Besar RI untuk Republik Uzbekistan memaparkan bahwa tema merdeka belajar mengandung arti kebebasan untuk memilih kepada para siswa dan mahasiswa dan untuk memilih tentang apa yang akan dipelajari dan tujuan untuk apa mereka belajar.
Selain itu, Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. menjelaskan bahwa LPTK perlu melakukan reformasi, revitalisasi dalam arti positif kita terbuka untuk melakukan perubahan.
Pada kesempatan itu, Ketua LPTK Swasta, Prof. Dr. Sofyan Anis, M.S. menyampaikan bahwa pemerintah harus memberikan komitmen tinggi kepada LPTK.
"Mari kita tatap masa depan lebih baik dengan memberikan penjaminan kompetensi guru-guru dimasa yang akan datang, karena baik dan buruknya bangsa ke depan tergantung SDM kita dan yang menjadi puncahknya adalah pendidikan," ungkap Prof. Dr. Sofyan.
Selain itu, Prof. Dr. Sofyan juga menyampaikan bahwa kegiatan webinar ini dalam rangka merumuskan eksistensi LPTK lebih kuat dalam memberikan penajaman dalam hal revitalisasi kurikulum dan kelembangaan.
Dua pembahas Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd. dan Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. juga menyampaikan pemikiran-pemikiran dan solusi terkait dengan guru abad 21 dalam perspekitf merdeka belajar. Prof. Muchlas juga mengajak agar kita saling bahu membahu untuk memajukan pendidikan sehingga menjadi lebih baik dan kita bersama-sama untuk menentukan pola pendidikan yang terbaik di era pasca covid-19 ini.
Rektor UNP yang juga Kepala LPTK Se-Indonesia, Prof. Ganefri, Ph.D. juga memaparkan materi mengenai peluang dan tantangan LPTK dalam menyiapkan guru pada abad 21 serta gambaran 12 LPTK Negeri, tetapi lebih dari 1000 program studi yang dikelola LPTK.
"Kualitas dari tahun ke tahun semakin meningkat dalam pemeringkatan. Pendidikan guru ke depan memang tidak bisa dipisahkan antara LPTK dengan tempat guru yang akan mengembangkan profesinya. Kita lebih baik mengoptimalkan LPTK saat ini untuk menyiapkan guru-guru di masa depan" Ungkap Prof. Ganefri, Ph.D. (ET/Humas UNP).
Editor : Marjeni Rokcalva






