"Jadi, sebelum Hari Raya Idul Fitri kemarin, ada perantau Situjuah Batua yang punya usaha Bubur Ayam C7, menyumbangkan 2 ton beras. Nah, beras dari perantau ini, kami salurkan kepada masyarakat yang tidak dapat bantuan dari pemerintah. Disamping, nama masyarakat itu juga kami rangkum untuk diusulkan ke dalam BDT Dinsos atau Kemensos," kata Tan Marajo.
Punya Tempat Karantina
Sebelum menempelkan daftar penerima BLT Covid-19 di warung kopi, kantor nagari dan tempat-tempat umum, Situjuah Batua juga tercatat sebagai nagari pertama di Kabupaten Limapuluh Kota yang membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat nagari dan tim pembunuh Covid-19. Gugus tugas dan tim pembunuh ini dibentuk sejak akhir Maret dan dikukuhkan oleh Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi.
Selain itu, Nagari Situjuah Batua juga memiliki tempat karantina atau bagi para perantau atau Pelaku Perjalanan Ternotifikasi (PPT) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang tidak bisa melakukan isolasi secara mandiri. Tempat karantina tersebut memanfaatkan bangunan SD Negeri 01 Situjuah Batua. Sedangkan biaya atau operasional di tempat karantina ini, ditanggung sepenuhnya atau dibiayai oleh Lembaga Adat Nagari (LAN) Situjuah Batua.
"Situjuah Batua adalah nagari pejuang. Sejak dulu sampai sekarang, di nagari pejuang ini, persatuan dan kesatuan masyarakat sangat tinggi. Kebersamaan antara pemerintah nagari dan lembaga-lembaga nagari, sangat tinggi. bahkan sudah menjadi kearifan lokal. Sehingga ketika terjadi pandemi Covid-19, kami bersama Bamus tidak hanya menyediakan anggaran sebesar Rp478 juta dari Dana Desa, tapi juga ada swadaya masyarakat dan Lembaga Adat Nagari untuk tempat karantina," kata Tan Marajo.
Selain itu, Wali Nagari Situjuah Batua DV Dt Tan Marajo, pada Jumat (22/2020), juga diundang sebagai narasumber Diskusi Online WAG Kawal Covid-19 Sumbar series 6 dengan tema "Nagari di Sumatera Barat di Tengah Wabah Covid-19". Menyusul diskusi tersebut, Pemkab Limapuluh Kota pada Rabu (27/5), juga menjadikan Situjuah Batua sebagai pilot projej penanganan Covid-19 di tingkat nagari, dengan mengundang Pemnag Situjuah Batua mengikuti rapat kerja Bupati bersama DPRD.
Dalam rapat kerja itu, Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra beserta anggota, mengapresiasi apa yang telah dilakukan Nagari Situjuah Batua dan Puskesmas Pangkalan yang telah menunjukkan kinerjanya dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Limapuluh Kota.
"Mestinya penanganan Covid-19 di Nagari Situjuah Batua kita jadikan model dan dituangkan dalam suatu kebijakan daerah. Sehingga menjadi contoh bagi nagari-nagari lainntya di Kabupaten Limapuluh Kota dalam penanganan Covid-19," kata Deni Asra, sebagaimana siaran pers Diskominfo Limapuluh Kota. (Med)
Editor : Marjeni Rokcalva






