"Alhamdulillah, kita sekeluarga sudah dinyatakan sembuh dan terakhir dua hari yang lalu mama saya Hj. Napisah dinyatakan sembuh setelah melalui serangkaian tes PCR," ungkap pria yang merupakan salah seorang dokter di RSUP M. Djamil itu.
Ilham menceritakan, adapun awal mula proses masuknya covid-19 kepada dirinya dan keluarga berdasarkan tracing dari dinas kesehatan. Ilham pun tidak tertular dari pasien di rumah sakit, namun kemungkinan dari salah satu anggota keluarganya.
"Jadi, waktu kami melakukan 'screening' terhadap semua residen di RSUP M.Djamil berawal dari sanalah. Dan ternyata dari semua residen hanya saya yang dinyatakan positif covid-19 dan harus melakukan isolasi tepat sejak 28 Maret lalu," ungkapnya.
Kemudian sambung Ilham, selanjutnya pemeriksaan pun juga dilakukan kepada anggota keluarganya yang lain. Alhasil, 5 orang keluarganya termasuk sang ibu Hj. Napisah dinyatakan positif covid-19.
"Maka setelah itu kita langsung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah, karena hanya termasuk positif ringan dan rata-rata dari kami termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG) awalnya."
Senada dengan itu, Hj. Napisah berharap ke depan nama baik tokonya kembali diperbaharui atau dipulihkan kepada publik.
"Kita pernah dengar ada yang bilang jangan belanja ke toko Ambassador karena pemiliknya dan karyawannya ada yang positif covid-19. Maka itu sekarang kita sudah sembuh, dan kami ingin toko kami kembali baik namanya. Insya Allah kami akan kembali membuka toko kalau sudah diizinkan pemerintah kota. Lebih kurang sudah dua bulan toko saya ga buka," cetusnya.
Pada kesempatan itu juga hadir Camat Padang Timur Ances Kurniawan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani, Unsur Forkompimca Padang Timur, Kepala Puskesmas dan Lurah beserta RT/RW setempat. (David/Rengga/Prokopim)
Editor : Berita Minang






