Berdoa, berdzikir dan berprasangka baik kepada Allah ternyata menjadi sebuah kekuatan dalam tubuh Cici. Gejala-gejala klinis pasien corona seperti sesak nafas dan hal lainnya tidak begitu dia rasakan.
" 12 hari saya menjalani karantina di Rumah Sakit bersama teman teman, Alhamdulillah saya pribadi tidak mengalami gejala berat. Allah meringankan penyakit saya," ungkapnya.
Cici menceritakan, dia dan teman- temannya menjalani terapi obat-obatan sesuai resep dokter penanggung jawab. " Makanan kami dihitung sesuai dengan kebutuhan kami dan gejala kami masing-masing. Pakain kami juga diolah dengan pengolahan khusus (infeksius) oleh laundry RS," lanjut adik dari tokoh Masyarakat Kota Padang Panjang Eko Furqani itu.
Pada tanggal 8 dan 9 Mei tepatnya hari Jumat dan Sabtu, semua pasien Covid menjalani test swab ke 2 dan ke 3.
Tanggal 12 Mei, siang itu kira- kira pukul 13.00 WIB, Cici mendapatkan informasi menggembirakan dari dr. Yenny. 2 kali swab yang dilakukan menunjukkan negatif corona.
"Berita yang sangat saya tunggu dengan penuh rasa syukur dan sujud," katanya haru
Namun, Cici merasakan kebahagiaannya masih belum terasa sempurna karena sejumlah rekannya yang lain masih positif corona. Mereka masih tetap diisolasi di RSUD sambil menunggu rencana di swab ulang pada hari Jumat tgl 15 Mei nanti.
Banyak hikmah yang dirasakan Cici selama diisolasi. Dia lebih banyak beribadah, mendekatkan diri kepada Allah.
Menanggapi kondisi corona, Cici pasien 01 yang sembuh dari Covid-19 itu memiliki sejumlah saran yaitu :
1. Masyarakat harus patuh dan sabar menahan diri untuk tidak beraktivitas diluar rumah.
Editor : Berita Minang






