PADANG ARO - Alat dan bahan untuk pengambilan swab Kabupaten Solok Selatan Sumbar sudah mulai habis, besok (Sabtu-ref) pihak dari Dinas Kesehatan akan menjemput ke Padang.
Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 Solok Selatan / Kadis Kesehatan Solsel, Dr. H. Novirman menjelaskan, kita sebelumnya sudah punya 100 alat untuk pengambilan swab yang disiapkan untuk RSUD Solsel, serta di Dinas Kesehatan sendiri.
Namun karena sudah terpakai, terutama kemaren kita pakai untuk pengambilan swab sebanyak 65 orang yang pernah kontak lansung dengan pasien positif Corona di Solsel. Sehingga alat dan bahan untuk pengambilan swab kita sudah habis," kata Novirman.
Hari ini Surveilance dan petugas puskesmas terus melakukan tracking terhadap pasien positif Covid. Untuk wilayah Kecamatan Sungai Pagu dan KPGD sekarang tercatat sebanyak 40 orang yang akan diambil sampelnya karena merasa pernah kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.
Insya Allah, Minggu dan Senin besok kita akan lakukan pengambilan sampel lanjutan kepada 40 orang ini," kata Novirman, Jumat (8/5/2020).
Lebih lanjut dikatakannya, hasil tracking tahap pertama dari riwayat kontak pasien telah diambil 65 sampel swab, yang terdiri dari tenaga medis di RSUD (17 orang), Puskesmas Pakan Rabaa (12 orang) serta masyarakat yang pernah mengalami kontak dengan pasien tersebut (36 orang). Saat ini kita masih menunggu hasil labornya. Tentu, kita sama-sama berdoa agar uji Swab nya negatif semua
Dihimbau juga bagi masyarakat yang pernah kontak dengan pasien positif tersebut, diharapkan juga secara jujur untuk melaporkan diri ke puskesmas terdekat atau RSUD untuk diambilkan sampelnya untuk diperiksa. Hal ini adalah untuk kebaikan kita bersama
Perlu juga kami informasikan bahwa untuk sementara waktu, Puskesmas Pakan Rabaa kita tutup, dan pelayanan medis dialihkan ke Puskesmas Sei Kalu, Muara Labuh, pakan Selasa serta RSUD Solok Selatan.
Tetap jaga jarak fisik dengan orang lain (2 meter), gunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, tidak keluar rumah kecuali penting dan mendesak, dan disiplin mengisolasi diri di rumah bagi para perantau yang tiba di kampung halaman serta warga yang bepergian dari daerah lain.
Editor : Berita Minang






