IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Irsyad Syafar Serahkan Bantuan APD Dari Pemprov Ke Payakumbuh

Wako Riza Falepi Menerima Bantuan APD Dari Pemprov Sumbar
Wako Riza Falepi Menerima Bantuan APD Dari Pemprov Sumbar
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAYAKUMBUH - Pemerintah Kota Payakumbuh menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk 8 puskesmas se Kota Payakumbuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Balai Kota, Kamis (30/4).

Bantuan itu diserahkan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar Irsyad Syafar dan Kabid PK BPBD Provinsi Sumbar Syahrazad Jamil kepada Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Payakumbuh Riza Falepi didampingi Anggota DPRD Kota Payakumbuh Mustafa, Kepala Dinas Kesehatan dr. Bakhrizal, Kalaksa BPBD Yufnani Away, Kadis Kominfo Jhon Kenedi, Kasatpol PP Devitra, dan Kadis DPMPTSP Harmayunis dan seluruh Kepala Puskesmas se kota Payakumbuh.

Menariknya, selain dapat sebanyak 400 pasang APD, Pemko Payakumbuh juga dapat 12 buah Thermogun, dan 40 pasang sepatu boot.

Irsyad Syafar mengatakan bantuan Pemprov ini diserahkan DPRD bersama BPBD untuk mempercepat tersalurkannya APD ke seluruh daerah di Sumbar. Puskesmas menjadi garda terdepan dalam menghadapi covid, bahkan sudah ada yang tutup seperti di Pesisir Selatan karena sudah ada warga yang positif sedangkan Puskesmas kekurangan APD.

"Ketika orang sakit tidak bisa diprediksi, petugas harus memakai SOP dengan menggunakan APD, banyak orang tanpa gejala (OTG) ini yang riskan. Di sebagian tempat ada petugas yang menangis takut melayani, kalau tidak dilayani ini amanah pekerjaannya, mereka disumpah untuk itu. Kasusnya banyak tak hanya terjadi di Sumbar saja," ungkap Irsyad Syafar.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Irsyad Syafar juga memberikan dukungan kepada para pejuang di garda terdepan untuk Tetap semangat bekerja sebagai abdi negara, di sisi Allah ada balasan berlipat ganda. Disamping itu Pemprov juga akan mendorong APD dilengkapi terus karena DPRD sudah sepakat anggaran untuk Covid-19 tidak mereka tahan-tahan.

"Permasalahaannya karena barang ini permintaannya banyak, jadi ketersediaannya tidak cepat, produksi dalam negeri terbatas dan impor sudah sulit, kita di Pemrov sudah menganggarkan sampai 600 Milyar, itu untuk kesehatan, jaringan pengaman sosial dan juga ekonomi. APD ini letaknya di kesehatan dan dimana ada sedia barang maka kita beli, karena kebutuhannya tidak bisa kita tawar," ujarnya menambahkan.

Menanggapi angka positif di Sumbar yang meningkat tajam, Irsyad meminta agar pemerintah untuk terus memberikan edukasi tanpa henti kepada masyarakat agar mereka dapat memahami betapa bahayanya Virus Corona ini.

"Masyarakat kita perasaan aman-aman saja, membawa prilaku mereka standar dan akhirnya terjadi penularan, abai dan masa bodoh, ibaratnya Belanda masih jauh, semakin cepat memutus mata rantai dengan membangun kesadaran untuk disiplin saat keluar rumah hanya untuk hal-hal mendesak atau urgen

Irsyad juga menyebut di Sumbar cepat keluar hasil positif kasusnya, karena ranah minang memiliki 2 tempat uji lab nya, yang pertama di Baso bisa mengetes 50 orang dan satu lagi di Lab Unand 200 orang dalam sehari.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH