PADANG - Sejak Selasa kemaren, 10 dari 11 Kecamatan di Kota Padang Sumbar sudah menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Hanya tinggal Kecamatan Bungus Teluk Kabung yang belum ada warganya terkonfirmasi positif Covid-19. Dinas Kesehatan (Dinkas) Kota Padang menyebutkan jumlah warga Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang positif terkonfirmasi terpapar Virus Corona (COVID-19) menjadi 96 orang, bertambah 18 orang sampai Selasa (28/4/2020) yang sebelumnya berjumlah 78 orang.
Wako Mahyeldi dalam video conferenca (Vocon) Selasa (28/4/2020) menyampaikan beberapa arahan kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya yang tergabung di gugus tugas covid-19 serta di pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk melakukan langkah-langkah kongkrit.
"Para camat beserta lurah, diharapkan selalu bersinergi dengan semua pihak terutama RT/RW dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat akan bahaya covid-19 ini. Silahkan lewat media apa saja atau diumumkan di masjid/musala, sehingga semua masyarakat nantinya saling membicarakan bahaya corona. Terutama saling mengingatkan apabila menemukan warga atau siapa saja yang melanggar aturan pemerintah terkait pencegahan covid-19," tegasnya.
Lebih lanjut Wako Mahyeldi juga mengajak camat dan lurah memperkuat peran RT/RW di Kota Padang. Di samping mendata warga yang baru datang dari hasil pantauan, juga diharapkan dapat meniru pembuatan 'lock down' per RT seperti yang telah dilakukan di Cimahi dan lainnya.
"Hal ini juga bisa kita tiru di Kota Padang. Sehingga, setiap warga yang ingin masuk dan keluar dapat terpantau oleh RT-nya masing-masing," pungkasnya.
"Ini tentu sesuatu yang luar biasa dan kemarin kita menemukan di daerah Ampang Kecamatan Kuranji dan begitu juga di daerah lainnya. Jadi oleh karena itu, dalam menyelesaikan musibah ini butuh kekompakan dan kepedulian kita semua. Insya Allah dengan kebersamaan itulah musibah ini dapat teratasi dan kita lalui secepatnya," pungkas wako mengakhiri
Vvicon di Padang Command Center (PCC) Balai Kota Padang ini juga hadir Wakil Wali Kota Hendri Septa, Sekretaris Daerah (Sekda) Amasrul serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edi Hasymi. Selanjutnya Kepala Dinas Sosial Afriadi, Kepala Bappeda Medi Iswandi dan Kepala Diskominfo Rudy Rinaldi dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal Rengganis.
Mahyeldi menyampaikan, vicon ini dilakukan guna mencek kondisi dan situasi serta upaya dan langkah-langkah apa saja yang telah dan akan dilakukan khususnya di pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam penanganan virus corona di wilayah masing-masing.
"Melalui vicon ini kita ingin memastikan sejauh mana penanganan covid-19 di kecamatan dan kelurahan. Apakah sudah maksimal atau belum," ujarnya.
Editor : Berita Minang






