KOTA SOLOK - Guna percepatan penanganan wabah Covid-19, Wakil Wali Kota Solok Reinier, mengikuti Video Conference (Vicon) tata cara refocusing dan realokasi APBD 2020 bertempat di e-Gov Monitoring Room Balaikota Solok, Jum'at (17/4/2020).
Turut hadir, Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, Pj.Sekda Kota Solok Nova Elfino, Kepala BKD Kota Solok Novirna Hendayani, serta Kepala Inspektorat Kota Solok Kenfilka.
Vicon tersebut, terhubung dengan Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Menteri Kesehatan dr.Terawan, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Donny Monardo, serta seluruh Gubernur, Bupati/walikota seluruh Indonesia.
Dalam penjelasannya, Mendagri Tito Karnavian sampai saat ini sudah ada 435 Daerah se-Indonesia yang telah menyampaikan informasi mengenai realokasi anggaran.
Realokasi anggaran ini menitik beratkan kepada 3 fokus utama, yakni bidang Kesehatan, bidang Ekonomi, dan Jaring Pengaman Sosial.
Selanjutnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, wabah Covid-19 telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi mengalami proyeksi kebawah. "Kalau pertumbuhan ekonomi dunia menurun, maka Indonesia juga pasti terpengaruh. Pada Tahun 2020, kita memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menurun sebesar 2,3%," sebutnya.
Wabah Covid-19, juga bisa meningkatkan angka kemiskinan di Indonesia mencapai angka sebesar 1,1 juta sampai 3,7 Juta. Untuk angka pengangguran bisa meningkat 2,9 Juta sampai 5,2 Juta.
Untuk mengantisipasi itu, telah diterbitkan stimulus pemerintah yang tertuang dalam Perppu 1/2020 (1), dalam rangka bantuan kesehatan, dunia usaha dan jaring pengaman sosial.
"Oleh sebab itu, APBN 2020 mengalami perubahan yang sangat besar, kita akan segera melakukan refocusing dan realokasi untuk bidang kesehatan, ekonomi, dan jaring pengaman sosial," tutup Sri Mulyani. SISKA
Editor : Berita Minang






